Hari ke-213: Tadabbur Surah An-Naml Ayat 77-93

Ayat 77-79 meneruskan ayat sebelumnya tentang Al-Qur’an. Al-Qur’an itu adalah petunjuk hidup dan rahmat bagi manusia, termasuk  Bani Israil. Allah akan memutuskan perkara manusia dengan hukum-Nya, karena Dia Mahaperkasa lagi Mengetahui. Dalam menghadapi kekufuran manusia Allah meminta Rasul Saw. dan umatnya untuk bertawakal hanya pada-Nya.

Ayat 80-87 menjelaskan:

  1. Rasul Saw. tidak akan mampu menyadarkan orang yang mati dan buta hatinya serta tidak mau mendengarkan Al-Qur’an. Hanya orang yang meyakini ayat-ayat Al-Qur’an yang akan mendapat  hidayah dan mau mendengarkannya.
  2. Di antara ciri kiamat besar, Allah keluarkan makhluk melata dari bumi yang bersaksi manusia sebelumnya banyak yang tidak yakin pada ayat-ayat Allah.
  3. Di Padang Mahsyar nanti, kaum kafir akan dibagi berkelompok-kelompok. Mereka akan ditanya kenapa mereka kafir padanya dan mereka tidak bisa bicara.
  4. Allah ciptakan malam  untuk istirahat dan siang itu terang adalah ayat Kekuasaan-Nya.
  5. Saat sangkakala pertama ditiup, semua makhluk akan mati.

Ayat 88  menjelaskan gunung-gunung itu berarak bagaikan awan. Ciptaan Allah itu amat sempurna. Dia Maha Mengetahui.

Ayat 89-93 dari surat An-Naml  ini menjelaskan beberapa hal berikut:

  1. Siapa yang datang kepada Allah pada hari kiamat nanti membawa iman dan amal saleh maka akan dibalas dengan balasan yang lebih baik dan mendapat keamanan saat kiamat terjadi. Siapa yang membawa kekafiran, kemusyrikan dan kemunafikan maka akan dijerumuskan muka mereka ke dalam neraka. Itulah balasan yang setimpal.
  2. Allah memeritahkan Rasul Saw. agar menyembah-Nya,  Tuhan Pencipta Mekah dan Pemilik segala sesuatu, berserah diri pada-Nya dan membacakan Al-Qur’an kepada manusia. Hidayah itu urusan Allah. Dia akan perlihatkan ayat-ayat Kebesaran-Nya kepada manusia dan Dia tidak lengah terhadap apa saja yang mereka lakukan.

 

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply