Hari ke-215: Tadabbur Surah Al-Qashash Ayat 14-28

Ayat 14-21 meneruskan kisah Musa dan  Fir’aun sebelumnya.

  1. Setelah Musa dewasa, Allah berikan padanya hikmah dan ilmu.
  2. Seorang dari Bani Israil yang sedang berkelahi  dengan seorang dari suku Qibtiyah minta tolong pada Musa. Lalu Musa meninjunya dan orang Qibtiya itu mati. Musa menyesali kekhilafannya. Ia  bertobat pada Allah dan berjanji tidak akan menggunakan nikmat  Allah untuk menolong  para kriminalis dan pendosa, kendati dari sukunya sendiri.
  3. Musa merasa takut tinggal di Mesir. Saat  ia mencari perkembangan berita, orang yang  minta tolong sebelumnya berteriak minta tolong lagi. Musa marah dan berkata: Anda benar-benar sesat. Ketika Musa mau memukulnya, orang itu berkata: Anda mau membunuh saya  seperti orang kemarin? Kalau begitu, Anda ingin sewenang-wenang di muka bumi dan tidak sebagai pelaku perdamaian. Dari ucapan tersebutlah tersebar berita bahwa pembunuh orang yang dari suku Qibtiyah itu adalah Musa.
  4. Setelah itu, ada seseorang dari pinggir kota yang memberi tahu Musa bahwa para pembesar Fir’aun sedang melakukan konspirasi untuk membunuhnya dan ia meminta Musa segera meninggalkan Mesir. Musa pun berdoa agar Allah selamatkan ia dari kaum yang zalim.

Ayat 22-28 meneruskan kiah Musa lari dan keluar Mesir. Dalam episode ini, Musa melewati dan mengalami hal-hal berikut:

  1. Musa lari menuju Madyan. Ia yakin Allah akan menunjukinya jalan yang lurus.
  2. Musa menolong dua orang gadis yang kesulitan mengambil air dari sumber air yang sedang dikerumuni orang banyak. Sambil berteduh di bawah naungan, ia mengadukan kebutuhan hidupnya kepada Allah di negeri yang baru saja ia masuki.
  3. Kemudian, salah seorang gadis tersebut datang kepada Musa sambil malu-malu menyampaikan bahwa ayahnya, Nabi Syuaib mengundang Musa ke rumah mereka untuk membayar jasa bantuan yang diberikan Musa kepada mereka. Setelah bertemu Nabi Syu’aib, Musa pun menceritakan peristiwa yang dihadapinya. Maka  Nabi Syuaib berkata: Anda selamat dari orang-orang zalim.
  4. Tiba-tiba salah seorang dari gadis tersebut mengusulkan kepada ayahnya agar Musa bekerja berama mereka karena Musa memiliki dua sifat yang mulia, kuat dan tepercaya atau amanah.
  5. Nabi Syuaib pun menerima usulan anak gadisnya dan menikahkan salah seorang  anaknya kepada Musa. Sebagai kompensasinya, Musa diminta  bekerja bersamanya selama 8 tahun dan maksimal 10 tahun. Sebenarnya Syuaib tidak ingin menyulitkan  Musa. Lalu mereka melakukan akad kerja selama  8 atau 10 tahun berdasarkan pilihan Musa dan Allah Saksi atas apa yang mereka ucapkan.

Alangkah indahnya seseorang yang kuat dan amanah mendapatkan mertua  seorang yang bijaksana dan baik hati.

 

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply