Hari ke-258: Tadabbur Surah Az-Zumar Ayat 11-31

Ayat 11-21 menjelaskan bahwa Rasulullah saw. diperintahkan Allah menyembah-Nya, ikhlas menjalankan agama-Nya menjadi muslim pertama dan takut azab akhirat jika durhaka Allah. Yang paling merugi ialah orang dan kelurganya di akhirat diazab dalam neraka yang apinya berlapis-lapis dari atas dan dari bawah. Itulah yang Allah peringatkan hamba-Nya. Sebab itu, manusia harus bertakwa pada-Nya dan tidak menyembah thaghut dan kembali kepada-Nya. Bagi mereka yang mau mendengarkan, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an merekalah yang diberi Allah petunjuk-Nya dan merekalah orang-orang yang sehat akalnya.

Rasul saw. tidak akan mampu menyelamatkan orang yang sudah pasti menjadi penghuni neraka. Orang yang bertakwa pada Allah akan mendapatkan rumah bertingkat di surga dan di bawahnya mengalir berbagai sungai. Itu adalah janji Allah yang pasti. Maka perhatikanlah  bagaimana Allah menurunkan air dari langit  dan mengalirkannya menjadi mata air di bumi dan proses berbagai tumbuhan. Semua itu bukti kekuasaan Allah bagi yang berakal sehat.

Ayat 22-31 menjelaskan beberapa hal :

  1. Orang yang dilapangkan Allah hatinya untuk menerima Islam, maka ia berada di bawah  cahaya-Nya. Orang yang keras hatinya berzikir pada Allah ia akan celaka dan tersesat.
  2. Sebaik-baik perkataan adalah Al-Qur’an.
  3. Orang beriman bergetar kulitnya karena takut pada Allah, menangis matanya, takut dan harap hatinya pada Allah. Itulah ciri-ciri orang dapat hidayah Allah. Siapa yang disesatkan Allah, tidak akan ada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk. Orang yang beriman dan taat pada Allah dan Rasul-Nya tidaklah sama kondisi mereka dengan orang musyrik dan kafir di hari kiamat nanti. Orang kafir dan musyrik akan merasakan  azab neraka sebagai alasan dari kekafiran dan  kemusyrikan yang meraka lakukan.
  4. Sebelum kafir Quraisy sudah banyak kaum yang kafir kepada Allah dan Rasul-Rasul-Nya. Mereka diazab Allah di dunia dan azab akhirat jauh lebih besar, jika mereka menyadarinya.
  5. Allah membuat berbagai perumpamaan  dalam Al-Qur’an. Di antaranya, orang musyrik  sama dengan budak yang dimiliki oleh seorang saja dan orang musyrik sama dengan budak yang dimiliki banyak orang yang sedang berselisih. Rasul saw. akan mati, mereka juga akan  mati, dan di akhirat mereka akan berbantah-bantahan di sisi Allah.

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply