Hari ke-263: Tadabbur Surah Al-Mukmin Ayat 1-16

Ayat 2-7 surat Al-Mukmin menjelaskan :

Al-Qur’an itu diturunkan dari Allah yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui, Maha Pengampun atas dosa hamba-Nya, Maha Penerima taubat, namun Mahakeras hukuman-Nya serta memiliki karunia yang amat banyak. Tiada tuhan yang berhak disembah selain Dia dan kepada-Nya semua manusia dikembalikan.  Yang membantah ayat-ayat Al-Qur’an itu hanyalah orang-orang kafir. Umat Islam tidak  boleh terperdaya oleh kehebatan mereka dalam kehidupan dunia. Sebelum mereka sudah  ada kaum Nuh dan umat lain setelah mereka yang menolak dengan keras kehadiran para Rasul Allah, berupaya menangkap dan mendebat mereka untuk melenyapkan kebenaran  yang dibawa mereka. Lalu Allah menyiksa kaum tersebut dengan siksaan yang amat keras. Allah telah menetapkan dengan benar bahwa orang-orang kafir itu menjadi penghuni neraka. Para malaikat yang memikul ‘Arsy dan  yang berada di sekitarnya bertasbih memuji Allah, beriman kepada-Nya dan memintakan ampunan bagi kaum mukmin sambil berkata : Ya  Rabbana. Rahmat dan ilmu-Mu meliputi segala  sesuatu, maka ampunilah kaum mukmin yang  bertaubat, mengikuti jalan-Mu dan hindarkan mereka dari azab neraka.

Ayat 8-16 menjelaskan tiga hal :

  1. Meneruskan ayat sebelumnya. Para malaikat meminta agar Allah memasukkan kaum mukmin yang bertaubat itu, bapak-bapak, pasangan-pasangan dan anak cucu mereka yang  saleh ke dalam surga ‘Adn yang dijanjikan-Nya, serta menjaga mereka dari api neraka. Siapa yang dijaga Allah dari api neraka pada hari itu, merekalah orang yang sukses besar.
  2. Pada hari itu, orang-orang kafir akan diberi tahu bahwa murka Allah lebih besar dari  murka mereka saat diajak beriman pada Allah, lalu mereka kafir pada-Nya. Mereka berkata : Ya Tuhan Pencipta. Engkau telah mematikan  kami dua kali dan menghidupkan kami dua kali pula. Kami mengakui semua dosa yang kami lakukan. Apakah ada bagi kami jalan keluar dari azab neraka ini? Mereka masuk neraka disebabkan mereka kafir waktu diajak untuk beriman pada Allah. Namun, jika diajak kepada kemusyrikan (menyekutukan) Allah, mereka segera menyambutnya. Maka keputusan itu hanya milik Allah yang Mahatinggi, Mahabesar.
  3. Allah memperlihatkan pada manusia tanda-tanda kebesaran-Nya. Di antaranya, Dia turunkan air hujan dari langit sebagai rezeki bagi manusia. Tidak ada yang dapat menjadikannya pelajaran kecuali orang yang kembali kepada-Nya. Sebab itu, sembahlah Allah melalui sistem hidup yang diturunkan-Nya (Al-Islam), kendati kaum kafir membencinya. Allah Mahatinggi derajat-Nya, Pemilik ‘Arsy. Dia turunkan wahyu kepada siapa yang dikehendaki-Nya untuk memberikan peringatan pada hari pertemuan di mahsyar. Semua manusia muncul dan tidak ada satupun yang tersembunyi bagi Allah. Di mahsyar Allah akan bertanya: Milik siapa kerajaan hari ini? Semuanya menjawab: Milik Allah yang Mahaesa lagi Mahaperkasa.

 

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply