Hari ke-264: Tadabbur Surah Al-Mukmin Ayat 17-33

Hari ke-264: Tadabbur Surah Al-Mukmin Ayat 17-33

Ayat 17-25 menjelaskan hal-hal berikut:

  1. Meneruskan ayat sebelumnya terkait  mahsyar. Pada hari itu setiap diri jiwa akan dibalas berdasarkan apa yang ia kerjakan. Tidak ada sedikitpun kezaliman dan Allah Mahacepat perhitungan-Nya. Nabi saw. diperintahkan  Allah utntuk memperingatkan umatnya akan  hari kiamat yang semakin dekat. Pada hari itu jantung seakan sampai ke kerongkongan karena ketakutan dan orang-orang kafir tidak lagi memiliki teman dekat dan penolong setia.
  2. Allah mengetahui tujuan pandangan mata dan bisikan hati. Dia memutuskan semua  perkara manusia dengan benar. Sedangkan tuhan-tuhan yang mereka sembah itu tidak kuasa memutuskan sesuatu apapun. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
  3. Allah menyuruh orang-orang kafir Quraisy dan siapa saja yang kafir pada Muhammad  saw. untuk melakukan penelitian terhadap kaum-kaum sebelum mereka yang Allah hancurkan. Kaum-kaum tersebut jauh lebih kuat dan lebih maju dari mereka. Allah hancurkan mereka disebabkan dosa-dosa yang mereka lakukan dan penolakan mereka terhadap wahyu yang dibawa oleh para Rasul-Nya. Sungguh Allah Mahakuat lagi Keras siksaan-Nya.
  4. Di antara kaum yang Allah hancurkan ialah Fir’aun, Haman da Qarun. Mereka menolak kerasulan Musa dan wahyu yang diturunkan Allah padanya (Taurat). Mereka menuduh Musa penyihir dan pendusta. Ketika Musa membawa wahyu Allah kepada mereka, mereka memerintahkan membunuh anak laki-laki para  pengikut Musa. Tipu daya kaum kafir itu tidak akan pernah menang.

Ayat 26-33 meneruskan ayat sebelumnya terkait kesombongan Fir’aun terhadap kebenaran wahyu Allah (Taurat) dan makar yang dilakukannya terhadap Musa dan para pengikutnya. Episode ini memberikan pelajaran berikut:

  1. Fir’aun sombong terhadap wahyu (Taurat) yang Allah turunkan kepada Musa, karena merasa agama nenek moyangnya lebih baik dari agama yang diturunkan Allah.
  2. Fir’aun bertekad membunuh Musa disebabkan ketakutannya atas keberhasilan Musa mengganti agama nenek moyang yang mereka anut selama ini dan menuduh Musa akan berbuat kerusakan di atas bumi. Nabi Musa menghadapi kesombongan Fir’aun dengan penuh kesabaran dan tawakkal pada Allah.
  3. Seorang lelaki dari keluarga Fir’aun yang menyembunyikan keimanannya berkata: Kenapa Fir’aun membunuh orang yang mengakui Allah sebagai Tuhan Penciptanya? Musa bukanlah pembohong. Apa yang disampaikannya terkait azab Allah bagi orang yang kafir adalah benar. Allah tidak akan memberikan hidayah-Nya kepada orang yang melampaui batas dan pembohong. Kerajaan yang kalian miliki hari ini tidak akan menahan azab Allah. Fir’aun berkata: Apa yang saya kemukakan ini adalah pendapat pribadi dan saya tidak tunjuki kalian kecuali jalan kebenaran. Lelaki mukmin itu meneruskan perkataannya : Sesungguhnya aku mengkhawatirkan kalian ditimpa azab seperti kaum-kaum  terdahulu dan azab akhirat yang lebih keras.  Saat itu, tidak ada penolong selain Allah. Siapa yang disesatkan Allah tidak ada yang dapat  memberinya petunjuk.

 

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Amaliyah
Logo