Hari ke-278: Tadabbur Surah Az-Zukhruf Ayat 1-22

Ayat 1 surat Az-Zukhruf terdiri dari 2 huruf Hijaiyyah (huruf Arab), yaitu, ha dan mim. Dalam Al-Qur’an terdapat 29 surah yang awalnya dimulai dengan gabungan beberapa huruf seperti ini. Tidak ada yang mengetahui maknanya kecuali hanya Allah. Rasul saw. tidak pernah menjelaskan maksudnya. Demikian juga para sahabat Rasul saw. yang kepada mereka Al-Qur’an diturunkan pertama kali, tidak pernah menjelaskan apa maksudnya. Sebab itu, jumhur ulama tidak berani menafsirkannya. Mereka hanya mengatakan: Allah-lah yang Mengetahui maksudnya.

Ayat 2-10 menjelaskan:

  1. Al-Qur’an itu menjelaskan hak dan batil. Allah turunkan dalam bahasa Arab agar  manusia mudah memahaminya. Kedudukannya sangat tinggi dan penuh hikmah di sisi Allah. Sebab itu, Al-Qur’an itu menjadi petunjuk bagi orang-orag beriman dan menjadi hujjah terhadap orang-orang yang mengingkarinya.
  2. Allah menghibur Rasul saw. agar tidak terlalu bersedih melihat kerasnya penolakan kamnya terhadap Al-Qur’an dan kerasulannya,  karena rasul-rasul sebelumnya juga dihina dan diperolok-olokan kaum mereka. Lalu Allah hancurkan mereka, padahal mereka lebih kuat dari kaum kafir Quraisy. Semoga jadi pelajaran bagi umat Nabi Muhammad saw.
  3. Paradoks yang terjadi dalam kehidupan  kaum musyrikin ialah mereka mengakui Allah sebagai Pencipta langit dan bumi, tapi tidak mau menyembah Allah saja. Allah ciptakan bumi terhampar dan mudahkan manusia membuat jalan-jalan di atasnya agar mereka terhubung dari satu tempat ke tempat yang lain.

Ayat 11-22 menjelaskan dua hal berikut :

  1. Meneruskan ayat sebelumnya terkait berbagai nikmat-Nya pada manusia. Diantaranya, menurunkan hujan untuk menghidupkan bumi yang mati, menciptakan semua makhluk berpasang-pasangan, sarana transportasi laut dan binatang ternak agar bisa mengangkut barang-barang keperluan mereka. Sepantasnyalah manusia mengingat nikmat Allah tersebut dan berdoa ketika menaikinya: Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini pada kami  dan sebelumnya kami tidak menguasainya. Sungguh kami akan kembali kepada Allah.
  2. Orang-orang kafir Quraisy itu benar-benar tidak tahu diri karena menuduh Allah memilki anak wanita dari kalangan malaikat. Ajaibnya,  mereka sendiri sangat membeci kehadiran anak perempuan. Allah akan catat kebohongan mereka itu dan akan dimintakan pertanggungjawabannya. Termasuk klaim mereka bahwa Allah membolehkan mereka menyembah berhala-berhala itu. Semua itu hanya didasari prasangka. Allah tidak pernah menurunkan wahyu-Nya membolehkan mereka menyembah  berhala. Akan tetapi, mereka mengikuti tradisi  nenek moyang belaka.

 

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply