Hari ke-286: Tadabbur Surah Al-Ahqaf Ayat 1-14

Ayat 1 surat Al-Ahqaf terdiri dari 2 huruf Hijaiyyah (huruf Arab), yaitu, ha dan mim. Dalam Al-Qur’an terdapat 29 surah yang awalnya dimulai dengan gabungan beberapa huruf seperti ini. Tidak ada yang mengetahui maknanya kecuali hanya Allah. Rasul saw. tidak pernah menjelaskan maksudnya. Demikian juga para sahabat Rasul saw. yang kepada mereka Al-Qur’an diturunkan pertama kali, tidak pernah menjelaskan apa maksudnya. Sebab itu, jumhur ulama tidak berani menafsirkannya. Mereka hanya mengatakan: Allah-lah yang Mengetahui maksudnya.

Ayat 2-5 menjelaskan Al-Qur’an itu diturunkan dari Allah yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Dia menciptakan langit, bumi dan apa saja di antara keduanya dengan benar dan dengan batas waktu yang ditentukan-Nya. Sebab itu, apa alasan kaum kafir itu lari dari Al-Qur’an? Apakah berhala yang mereka sembah itu yang menciptakan  bumi ini? Ataukah mereka memiliki andil dalam penciptaan langit? Atau, adakan kitab Allah yang mengajarkannya, atau bukti ilmiah lain yang menyuruh mereka menyembah tuhan-tuhan selain Allah itu?

Orang yang paling sesat ialah orang yang menyembah berhala atau tuhan selain Allah karena tuhan yang disembah itu tidak bisa mengabulkan permintaannya kendati ia berdoa sampai hari kiamat, karena tuhan selain Allah tidak mendengar doa yang dimintakan padanya.

Ayat 6-8 meneruskan ayat sebelumnya terkait orang-orang yang menyembah tuhan selain Allah. Di akhirat nanti, tuhan-tuhan tersebut menjadi musuh mereka dan tidak mengakui  sembahan mereka. Padahal di dunia, mereka  menuduh Al-Qur’an itu sihir atau kebohongan  yang diadadakan Rasulullah saw.

Ayat 9-14 menjelaskan Rasul saw. penerus rasul-rasul sebelumnya, mengikuti wahyu Allah dan pemberi peringatan. Kendati Abdullah Bin Salam, seorang Yahudi Madinah beriman kepada Rasul saw. namun, kaum kafir Quraisy dan lainnya tetap saja menyombongkan diri dan menuduh Rasul saw. pembohong. Kitab Taurat yang dibawa Musa sebelumnya sebagai petunjuk. Demikian pula Al-Qur’an berbahasa Arab,  membenarkan Kitab-Kitab sebelumnya, memperingatkan kaum kafir dan memberikan kabar gembira kepada kaum mukmin. Kaum mukmin yang istiqamah tidak takut, tidak bersedih, mereka penghuni surga dan kekal di dalamnya.

 

Tafsir Ibnu Katsir

 

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply