Hari ke-304: Tadabbur Surah An-Najm Ayat 27-44

Ayat 27-44 menjelaskan empat hal :

  1. Kaum kafir Quraisy suka mengada-ada seperti menamakan para malaikat dengan nama wanita. Nama tersebut tidak didasari ilmu dan  sangkaan belaka. Sangkaan itu jauh dari kebenaran. Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang menjauh dari Allah dan orientasi hidup  mereka hanya kehidupan dunia. Itulah kadar ilmu mereka. Sebab itu, Allah memerintahkan  Rasul saw. agar tidak melayani sepak terjang  mereka. Allah Maha Tahu siapa yang berhak  mendapatkan kesesatan atau petunjuk-Nya.
  2. Sebagai pemiliki langit dan bumi, Allah memutuskan balasan kejahatan setimpal dengan apa yang dilakukan pelakunya, sedangkan ketaatan pada
  3. Allah akan dibalas dengan  yang lebih baik dengan syarat tidak melakukan dosa-dosa besar khususnya syirik pada Allah.
  4. Allah Maha Luas ampunan-Nya dan Maha Mengetahui karakter manusia sejak penciptaan mereka dari tanah dan saat dalam kandungan. Sebab itu, jangan mengkalim diri suci dari dosa dan kesalahan. Allah mengetahui siapa yang bertakwa kepada-Nya. Jangan tertipu oleh pemberian orang lain yang menjauhkan kita dari Allah. Karena, dosa kita tidak bisa dipikul orang lain. Setiap manusia mendapat balasan apa yang dilakukannya. Hasilnya akan diperlihatkan di akhirat, dibalas  dengan sempurna dan kepada Allah juga tempat kembali. Dialah yang membuat kita bisa ketawa, menangis, mati dan hidup kembali.

Ayat 45-62 dari surat An-Najm ini menjelaskan Allah yang menciptakan manusia berpasangan (laki-laki dan wanita), menciptakan manusia dari sperma dan mengihidupkan mereka  pada hari kiamat. Dia juga yang memberi manusia harta, rasa butuh padanya, menciptakan bintang Syi’ra, menghancurkan kaum Ad, Tsamud, kaum Nuh dan kaum Luth dengan hujan  batu panas karena mereka zalim dan melanggar sistem Allah. Maka nikmat Allah mana lagi  yang diragukan manusia? Muhammad saw. adalah pemberi peringatan seperti rasul-rasul  sebelumnya. Kiamat itu sudah dekat. Tidak ada  yang tahu kapan terjadinya kecuali Allah. Mengapa kaum kafir itu kaget mendengar beritanya, mentertawakannya dan tetap sombong?  Sebab itu, sujud dan sembahlah Allah.

 

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply