Hari ke-308: Tadabbur Surah Ar-Rahman Ayat 41-78

Ayat 41-67 menjelaskan dua hal :

  1. Meneruskan ayat sebelumnya terkait kaum kafir dan nasib mereka di akhirat. Wajah mereka hitam pekat dan ubun-ubun mereka diikat dengan kaki, lalu dilemparkan ke dalam neraka yang dulu mereka ingkari kebenarannya. Mereka berputar-putar di dalam sambil diazab dengan api dan diminumkan air panas.
  2. Orang yang takut pada Allah dan bertakwa pada-Nya, baginya dua kebun. Di dalamnya terdapat beraneka pohon dan buah-buahan. Ada dua mata air yang mengalir. Semua buah-buahan itu berpasang-pasangan. Mereka bersandar di atas permadani yang bagian dalamnya dari sutera sambil memetik buah-buhan  yang rendah sehingga dapat dipetik sambil duduk. Di atas permadani itu ada pula bidadari-bidadari selain isterinya yang hanya melihat dan mencintainya dan mereka belum pernah disentuh manusia sebelumnya dan tidak pula jin. Mereka bagaikan sebening permata yakut dan  dan seputih marjan. Demikianlah balasan orang bertauhid dan beramal saleh semasa hidup di dunia. Balasan dari Allah jauh lebih baik dari  dunia dan seisinya.

Selain dari dua kebun itu ada dua kebun lagi yang tingkatnya sedikit dibawah dua kebun sebelumnya. Keduanya hijau. Di dalam ada dua mata air yang terus menerus memancar. Mari kita renungkan. Masih adakah nikmat Allah yang dapat kita ingkari? Sungguh mustahil manusia mendapat celah untuk mengingkarinya.

Ayat 68-78, menjelaskan di dalam surga ada buah-buahan, kurma, delima dan bidadari-bidadari  yang amat baik dan amat cantik. Mereka terpingit dalam kemah-kemah dan belum pernah  disentuh oleh manusia sebelumnya dan tidak  pula oleh jin. Bersandar pada bantal-bantal hijau dan dan di atas permadani yang indah. Sebab itu, masih adakah celah bagi manusia untuk mengingkari nikmat Allah dalam kehidupan ini? Maka Mahatinggi Tuhan Pencipta yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan.


 Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply