Hari ke-332: Tadabbur Surah Al-Ma’arij Ayat 1-44

Ayat 1-10 dari surah Al-Ma’arij menjelaskan kaum kafir meragukan azab kiamat. Sungguh,  pada hari itu mereka tidak dapat pertolongan  Allah yang memiliki tempat-tempat naik. Para malaikat naik menghadap Allah dalam satu hari ukuran-Nya sama dengan 50.000 tahun ukuran kita. Sebab itu, Allah perintahkan Rasul saw.  untuk bersabar atas semua keputusan-Nya. Pada hari kiamat langit meleleh seperti leburan  perak dan gunung seperti bulu beterbangan.  Hari itu, tidak ada lagi persahabatan.

Ayat 11-18 meneruskan ayat sebelumnya terkait kiamat. Orang kafir dan pendosa berharap bisa menebusnya dengan anak, istri, keluarga dan siapa saja yang dapat melindunginya.  Sekali-kali tidak. Neraka yang membara siap mengelupaskan kulit kepala mereka dan memanggil semua orang yang lari dari sistem Allah.

Ayat 19-39 menjelaskan manusia diciptakan memiliki sifat keluh kesah. Bila ditimpa keburukan maka ia panik dan apabila mendapat rezki maka ia pelit. Obatnya ialah, salat yang khusyu’, menunaikan zakat, menolong fakir miskin, meyakini hari kiamat, takut azab Allah, menjaga kemaluan dari zina, menjaga amanah dan janji,  menegakkan kesaksian dengan jujur dan menjaga salat. Orang-orang yang memiliki kriteria seperti ini akan menjadi penghuni surga. Orang kafir Quraisy mengklaim perbuatan mereka adalah baik dan mengira akan masuk surga.  Sekali-kali tidak, selama mereka tidak mau beriman.

Ayat 40-44 dari surah Al-Ma’arij ini meneruskan ayat sebelumnya terkait nasib kaum kafir di akhirat. Allah mampu menukar kaum kafir itu dengan generasi lain. Namun demikian, biarkanlah mereka tenggelam dalam kesesatan dan permainan. Mereka pasti bertemu dengan hari kiamat dan akhirat yang dijanjikan. Saat itu mereka akan terhina dan tidak bisa menghindar.

 

Tafsir Ibnu Katsir

 

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply