Ingat, Hari-hari yang Diharamkan Puasa!

Ingat, Hari-hari yang Diharamkan Puasa!

puasa

Hari-Hari yang Diharamkan Puasa

 Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Kedua hari raya ini hari yang diharamkan puasa. Sesuai dengan hadits Nabi saw

Dari Umar bin Khathab ra, ia berkata:

“Sesungguhnya Rasulallah saw melarang berpuasa di kedua hari raya. Pada hari raya Idul Fitri kamu berbuka puasamu dan pada hari raya Idul Adha kamu makan daging kurbanmu dan” (HR Bukhari Muslim)

Hari-hari Tashriq

Yaitu 3 hari setelah Idul Adha (11, 12, 13 Dhul Hijjah), diharamkan berpuasa pada hari-hari tersebut sesuai dengan hadits Rasulallah saw,

Dari Nubaisyah Al-Hudzali ra, Rasulallah saw bersabda “hari-hari tasyriq adalah hari-hari makan, minum dan berzikir kepada Allah. (Mutafaqun ’alih)

 Hari syak (Hari Diragukan)

Yaitu hari terakhir bulan Sya’ban yang diragukan datangnya awal puasa dan orang melihat rukyah. Pada hari itu hari yang diharamkan puasa sesuai dengan hadits Rasulallah saw

“barangsiapa yang puasa di hari diragukan datangnya puasa, maka ia telah berdurhaka kepada Abal Qasim (yakni Rasulalallah saw)”. (HR Abu Dawud)

Setelah tanggal 15 Sya’ban kecuali jika didahulukan sebelumnya dengan puasa. Maksudnya diharamkan berpuasa setelah tanggal 15 sya’ban tanpa sebab yaitu tanpa didahulukan sebelumnya dengan puasa.

Sesuai dengan hadits Rasulallah saw dari Abu Hurairah ra:

“Jika bulan sya’ban telah menengah (telah lewat dari tanggal 15) maka tidak ada puasa sampai datangnya Ramadhan” (HR Shahih Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

Al-wishal – Puasa Non-Stop

Al-wishal artinya dalam bahasa non-stop atau terus-menerus siang dan malam tanpa makan dan minum lebih dari dua hari hukumnya haram bagi ummat Muhammad saw karena membahayakan bagi kesehatan.

Jadi puasa wishal adalah apabila saat tiba waktu berbuka, seseorang yang puasa lalu menyambung atau melangsungkan puasanya dua hari secara berturut-turut tanpa sahur. Rasulullah saw telah melarang perbuatan ini

Dari Abu Hurairah ra, beliau bersabda:

”Janganlah kau berwishal (menyambung puasamu), jangalah kamu berwishal. Kemudian salah seorang sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, bukankah Engkau sendiri melakukan puasa wishal? Beliau bersabda: Aku tidak seperti kalian. Sesungguhnya di malam hari aku diberi makan dan minum oleh Allah (HR Bukhari Muslim).

Allah berfirman

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ – البقرة ﴿١٨٥﴾

Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesulitan bagimu.” (Qs al-Baqarah, ayat: 185)

Baca artikel terkait

Puasa Wajib

Puasa Arafah (9 Dzul Hijjah)

Puasa Tasu’a dan Asyura’ (9 dan 10 Muharam)

Puasa 6 hari setelah hari raya Idul Fitri (Puasa Syawal)

Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Senin – Kamis

Puasa Sunnah Dawud

Puasa Sepanjang Tahun (Shaumu ad-Dahr)

Puasa Haram