Hari ke-22: Tadabbur Surah Al-Baqarah Ayat 253-259

Hari ke-22: Tadabbur Surah Al-Baqarah Ayat 253-259

Ayat 253 menjelaskan bahwa Allah memberi kelebihan kepada setiap Rasul. Musa dengan kemampuan bicara dengan Allah. Isa dengan berbagai ilmu seperti menghidupkan orang mati dan sebagainya. Allah mampu membuat manusia tidak saling berbunuhan atau berperang. Allah turunkan sistem hidup untuk menata kehidupan mereka agar baik dan tenteram. Namun, mereka melanggarnya. Ada yang beriman dan ada pula yang kafir. Telah menjadi ketentuan Allah, antara hak dan batil itu tidak akan pernah menyatu.

Ayat 254 memerintahkan orang-orang beriman untuk berinfak di jalan Allah sebelum datang hari kiamat atau kematian. Saat itu tidak mungkin lagi berjual beli, tidak berguna lagi persahabatan, rekomendasi dan sebagainya.

Sedangkan ayat 255-256 disebut dengan ayat kursi, karena menjelaskan kursi Allah seluas langit dan bumi. Ayat Kursi ini termasuk ayat Al-Qur’an yang dianjurkan untuk dibaca di pagi dan sore hari karena menjelaskan hakikat Allah sebagai Tuhan satu-satunya yang pantas disembah karena Dialah Pemilik langit dan bumi, tidak mengantuk, tidak tidur dan ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Kendati demikian, Dia melarang kita memaksa manusia masuk Islam, kendati Islam satu-satunya agama yang Dia ridhai untuk manusia. Siapa yang menolak Thagut (penguasa kafir) dan beriman kepada Allah, ia berada pada petunjuk yang lurus dan berpegang pada ikatan yang sangat kuat.

Ayat 257 masih termasuk ayat kursi. Ia menjelaskan bahwa Allah satu-satunya Penolong orang-orang mukmin. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan jahiliyah kepada cahaya Islam. Sedangkan penolong orang-orang kafir adalah Thagut yang mengeluarkan mereka dari cahaya Allah kepada kegelapan jahiliyah. Mereka akan menjadi penghuni neraka dan kekal di dalamnya.

Ayat 258 dan 259 menjelaskan kisah Raja Namrud yang mendebat Nabi Ibrahim tentang kekuasaan Allah Ta’ala. Padahal, kerajaan Namrud itu anugrah-Nya. Ibrahim mengatakan bahwa Tuhannya ialah yang menghidupkan dan mematikan manusia. Namrud tidak mau kalah dan mengatakan : Saya juga bisa menghidupkan dan mematikan. Kendati klaim Namrud itu mustahil diwujudkan, Ibarahim tetap sabar menghadapi kebodohan Namrud. Lalu, Ibrahim mengeluarkan logika dan pertanyaan yang mematikan : Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur. Coba Anda terbitkan matahari itu dari barat, kalau benar Anda adalah tuhan. Maka Namrud kebingungan dan kehilangan akal. Itulah contoh orang yang hanya mengikuti hawa nafsu dunia berupa harta dan tahta. Allah tidak akan memberi hidayah-Nya kepada orang zalim dan musyrik seperti Namrud.

Contoh kekuasaan Allah yang lain ialah mematikan orang yang meragukan kemampuan Allah dapat membangkitkan manusia pada hari kiamat nanti. Allah mematikan orang itu dan setelah 100 tahun Dia hidupkan kembali. Saat ditanya berapa lama ia mati, ia menjawab satu atau setengah hari saja. Allah menghidupkannya setelah semua tulangnya hancur, lalu Allah kumpulkan dan susun, kemudian membungkusnya dengan daging. Barulah ia sadar Allah itu Mahakuasa.

Tafsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Amaliyah
Logo