Hari ke-38: Tadabbur Surah Ali Imron Ayat 166-180

Ayat 166-173 meneruskan ayat sebelumny aterkait perang dan kekalahan. Kekalahan pihak kaum mukmin waktu Perang Uhud juga atas izin Allah karena sebagian mereka melanggar perintah Rasul Saw. agar tetap menjaga puncak bukit Uhud. Berperang ujian untuk mengetahui dengan jelas siapa yang mukmin dan siapa yang munafik. Orang-orang yang banyak alasan untuk tidak ikut berperang adalah pertanda munafik. Mereka lebih dekat kepada kekafiran daripada keimanan. Sebenarnya mereka takut mati. Faktanya, mereka juga tidak bisa menolak kematian.

Orang yang mati berperang di jalan Allah itu pada hakikatnya tetap hidup dan mendapatkan berbagai rezeki di sisi Allah. Mereka bergembira menerima karunia Allah dan bergembira dengan orang-orang yang akan menyusul mereka. Tidak ada rasa takut dan sedih dalam hati mereka.

Mereka itulah yang menerima seruan Allah dengan hati yang bulat dan keyakinan yang kuat, kendati sebelumnya mereka luka dan kalah. Kendati seluruh manusia berhimpun untuk memerangi mereka, sedikit pun mereka tidak takut, bahkan iman mereka pada Allah bertambah kuat seraya berkata, “Cukuplah Allah bagi kami, Dialah sebaik-baik Pelindung.”

Ayat 174 meneruskan ayat sebelumnya terkait sikap mukmin yang menerima seruan Allah dengan keyakinan penuh. Mereka ada yang pulang dari perang mebawa pahala dan ghanimah (harta rampasan) dan tidak luka sedikitpun. Mereka mencari keridaan Allah. Allah memiliki karunia yang amat besar.

Ayat 175 – 187 menjelaskan, setan menakut-nakuti orang-orang yang lemah iman dan para pengikutnya. mukmin sejati, tidak terpengaruh godaan setan dan tidak takut kecuali hanya pada Allah. Sebab itu, jangan bersedih atas cepatnya manusia menerima kekufuran. Mereka tidak akan dapat membasmi Islam. Allah azab mereka di akhirat disebabkan kekufuran itu. Begitu juga orang yang menukar keimanan dengan kekufuran, nasib mereka sama, di dunia ataupun akhirat. Tenggang waktu yang Allah berikan pada kaum kafir itu bukan baik bagi mereka. Akan tetapi hanya menambah dosa saja dan bagi mereka tetap azab yang menghinakan.

Allah pasti menguji iman kaum mukmin hingga diketahui kualitas keimanan mereka. Allah jualah yang mengangkat dan memilih rasul-rasul dari orang yang dikehendaki-Nya. Jika kita beriman pada Allah, para Rasul-Nya dan bertakwa, maka Allah janjikan pahala yang besar.  Bakhil itu tidak ada baiknya, dan balasannya berat sekali pada hari kiamat nanti.

Tafsir

 

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply