Hari ke-39: Tadabbur Surah Ali Imron Ayat 181-194

Ayat 181-185 menjelaskan perilaku Yahudi Madinah terhadap Allah dan Rasul Muhammad saw. Mereka menuduh Allah butuh kepada mereka. Ucapan dan perbuatan jahat mereka itu akan Allah balas dengan neraka Jahanam. Mereka mengada-ada tentang Allah dan mengatakan Allah menjanjikan kepada mereka tidak beriman kepada seorang rasul sehinga diuji dengan kurban. Jika kurban itu didatangi api dan membakarnya, maka berarti ia adalah rasul yang ditus Allah. Ini jelas kebohongan belaka. Allah memerintahkan Rasul saw. untuk menjawabnyan: Bukankah telah datang kepada kalian banyak rasul dengan membawa berbagai mukjizat, kenapa kalian bunuh mereka?

Sedangkan ayat 185 dan 186, menjelaskan 5 hakikat besar.

  1. Setiap yang bernyawa pasti mati.
  2. Pembalasan yang sempurna adalah di akhirat nanti.
  3. Kesuksesan yang sesungguhnya ialah saat di akhirat nanti dijauhkan dari neraka dan masukkan ke dalam surga.
  4. Semua kehidupan dunia ini tidak lebih kenikmatan sedikit yang menipu.
  5. Dalam menjalankan kehidupan sebagai mukmin pasti Allah uji. Ujian itu bisa terkait harta, jiwa dan gangguan yang banyak dari Ahlul Kitab dan kaum musyrikin. Kunci sukses menghadapi ujian-ujian tersebut adalah sabar dan bertakwa pada Allah.

Kelima hakikat besar itu merupakan sunnatullah yang berlaku sepanjang masa. Semoga Allah anugerahkan pada kita sifat sabar dan tawakkal.

Ayat 187-189 memaparkan sebagian karakter Ahlul Kitab seperti mengingkari janji dengan Allah terkait kewajiban menjelaskan semua isi AlKitab dan larangan menyembunyikannya. Yang terjadi adalah sebaliknya dan mereka menjual kebohongan kepada masyarakat. Mereka juga bangga dengan kebohongan dan bangga mendapatkan pujian dari apa yang tidak mereka kerjakan. Mereka tidak akan lepas dari azab Allah di akhirat kelak. Karena kendali alam dunia dan akhirat itu ada di tangan Allah dan Dia berkuasa atas segala sesuatu.

Ayat 190-194 menjelaskan karakter orang-orang yang berpikir dan menggunakan akal secara sehat. Ciri-ciri mereka ialah:

  1. Berzikir pada Allah dalam segala kondisi; berdiri, duduk dan berbaring, sehingga 24 jam hidupnya penuh zikir kepada Allah.
  2. Caranya, dengan menerapkan ajaran Islam dalam setiap langkah dan akitivitas hidupnya pada siang dan malam hari.
  3. Mempelajari sistem Allah dalam pencitaan alam semesta, pergantian siang dan malam dan termasuk penciptaan manusia, sampai mereka kepada kesimpulan bahwa semua ciptaan Allah itu sangat sistemik.
  4. Mengesakan Allah, menghindari keyakinan, perkataan dan perbuatan yang menyebabkan masuk neraka, menjawab seruan iman kepada Allah.

Bertobat pada Allah, minta dihapuskan kesalahan, meminta kematian bersama orang-orang saleh, meminta apa yang telah dijanjikan Allah kepada mereka dan berharap agar tidak dihinakan Allah pada hari kiamat nanti dan yakin sekali sesungguhnya Allah pasti menepati janji-Nya.

Tafsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply