Hari ke-64: Tadabbur Surah Al-Maidah Ayat 83-95

Hari ke-64: Tadabbur Surah Al-Maidah Ayat 83-95

Ayat 83-85 masih menjelaskan karakter sebagian pendeta Nasrani yang terbuka hatinya untuk menerima Islam sebagai agama Allah terakhir. Apabila mereka mendengarkan Al-Qur’an, bercucuranlah air mata mereka disebabkan pengetahuan mereka terhadap kebenaran Al-Qur’an dan Rasulullah. Mereka pun berkata: Ya Allah, tuliskanlah kami sebagai orang-orang yang bersaksi atas kebenaran Al-Qur’an dan Muhammad Saw. Apa alasan kami tidak beriman? Padahal telah datang kepada kami kebenaran dan kami sangat berharap dimasukkan ke dalam golongan orang-orang saleh. Allah pun mengabulkan permintaan mereka dan menjanjikan mereka surga dan mereka kekal di dalamnya.

Ayat 86 dengan tegas menjelaskan siapa saja yang tidak beriman dan menolak Al-Qur’an maka dia akan dimasukkan Allah ke dalam neraka Jahim.

Ayat 87-89 menjelaskan manajemen harta dan makanan dalam Islam. Di antaranya, dilarang mengharamkan apa yang dihalalkan Allah dan begitu juga sebaliknya, serta tidak melampaui batas-batas hukum Allah. Memakan hanya apa yang halal dan baik dan hati-hati bersumpah atas nama Allah. Kafarat (denda melanggar sumpah) adalah ialah memberi makan 10 orang miskin, atau pakaian atau membebaskan seorang budak. Jika tidak mampu, maka berpuasa tiga hari.

Ayat 90-95 masih meneruskan manajemen harta dan makanan dalam Islam. Di antaranya haramnya khamar, berjudi, hewan yang dipotong atau kurban atas nama berhala dan mengundi nasib, karena semua itu adalah kotor dan perbuatan setan. Dengan khamar dan judi itulah setan mendapat peluang untuk menciptakan permusuhan dan kebencian serta menghambat berzikir pada Allah dan menunaikan salat. Umat Islam yang mengaku beriman pada Allah dan Rasul-Nya wajib meninggal hal-hal tersebut, karena taat pada Allah itu adalah mutlak. Masuk Islam, beriman yang benar dan banyak beramal saleh menghapus dosa-dosa sebelumnya.

Allah menguji kaum Mukmin dengan membuat berbagai aturan terkait harta dan makanan ini agar diketahui siapa yang benar-benar takut pada Allah dan siapa yang durhaka pada-Nya. Di antaranya, larangan berburu sedang berihram haji atau umrah. Siapa yang melakukannya harus dihukum sesuai dengan jenis binatang yang dibunuh itu, atau kafarat memberi makan kaum miskin atau berpuasa.

Tafsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Amaliyah
Logo