Hari ke-66: Tadabbur Surah Al-Maidah Ayat 109-120

Ayat 109 menjelaskan di khirat nanti para Rasul akan dikumpulkan Allah terkait amanah risalah semasa mereka menjadi di dunia. Allah akan memintakan pertanggungjawabannya. Lalu mereka menjawab dengan baik dan sempurna. Artinya, para rasul Allah itu telah menunaikan amanah risalah Allah dengan sempurna dan maksimal. Maka tidak ada alasan bagi manusia untuk tidak beriman pada mereka.

Ayat 110-113 mengingatkan Nabi Isa berbagai nikmat yang Allah berikan padanya dan kepada ibunya, Maryam serta prilaku tercela. Di antara nikmat Allah pada nabi Isa ialah, dukungan malaikat Jibril, bisa bicara sewaktu masih bayi, diajarkan Allah Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil, membuat burung dari tanah kemudian menipunya dan berubah menjadi burung yang sebenarnya, menyembuhkan orang buta dan penyakit lepra, menghidupkan orang mati., terhindar dari kejahatan Bani Israil, dapat pengikut setia dari kalangan Hawariyyin, dikabulkan Allah doanya waktu meminta makanan dari surga, dan diberi Allah kesabaran luar biasa dalam menghadapi tingkah laku Bani Israil yang kekanak-kanakan. Semua itu merupakan nikmat Allah pada nabi Isa.

Sungguh banyak nikmat Allah yang diberikan kepada Nabi Isa dan ibunya Maryam. Sebab itu, Nabi Isa adalah hamba Allah yang pandai bersyukur. Kita sebagai umat Nabi Muhammad saw. juga telah mendapat nikmat yang begitu melimpah. Sepantasnya pula kita menjadi hamba Allah yang bersyukur.

Ayat 114 – 120 ini meneruskan ayat sebelumnya terkait doa Nabi Isa agar diturunkan makanan dari langit. Kemudian dialog yang amat indah dan mencerahkan akal pikiran  kita, antara Allah dan Nabi Isa di akhirat kelak. Allah berfirman: Sesungguhnya Aku turunkan makanan itu untuk kalian. Namun, jika kalian masih kafir setelah itu, maka Aku akan siksa kalian dengan siksaan yang tidak pernah Aku lakukan terhadap siapa pun di alam ini. Sungguh jawaban yang menggetarkan hati hamba yang beriman.

Di akhirat kelak, Allah  akan berdialog dengan Nabi Isa seputar akidah dan keimanan kaum Nasrani, yakni trinitas yang diyakini sebagai kebenaran. Allah bertanya: Wahai! Apakah benar kamu katakan pada manusia, jadikanlah aku dan ibuku dua tuhan selain tuhan Allah? Isa menjawab: Mahasuci Engkau. Tidak pantas bagiku mengucapkan hal yang tidak benar. Sekiranya aku mengucapkan hal itu, pasti Engkau mengetahuinya. Engkau Mahatahu apa yang ada dalam hatiku sedangkan aku tidak tahu apa yang ada dalam diri-Mu. Engkau Maha mengetahui yang gaib. Aku tidak pernah mengatakan kecuali sesuai perintah-Mu. Yaitu, sembahlah Allah saja, Tuhan Penciptaku dan Pencipta kalian. Aku menjadi saksi bagi mereka hanya semasa aku hidup. Setelah Engkau wafatkan aku, maka Engkaulah yang memonitor mereka dan Engkau Maha Saksi atas segala sesuatu. Kemudian nabi Isa meminta kepada Allah dengan permintaan yang sangat halus dan penuh dengan perikemanusiaan: “Jika Engkau siksa mereka, mereka adalah hamba-hamba-Mu juga. Jika Engkau ampuni mereka, sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Bijaksana.”

Dialog Nabi Isa dengan Allah pada persidangan akhirat tersebut Allah tutup dengan: Hari ini adalah hari kejujuran keimanan berguna bagi pemiliknya. Mereka Aku balas dengan surga yang mengalir di bawahnya sungai. Mereka kekal di dalamnya. Allah rida pada mereka dan mereka pun rida pada-Nya. Itulah kesuksesan tanpa batas. Allah jualah Pemilik alam semesta ini.

Tafsir

 

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply