Hari ke-67: Tadabbur Surah Al-An’am Ayat 1-18

Surah Al-An’am dimulai dengan pujian pada Allah yang menciptakan langit, bumi, kegelapan dan cahaya. Namun demikian, orang-orang kafir tetap saja menyekutukan Allah dengan berbagai cara dan media.

Ayat 2-8 menjelaskan dua faktor ilmiah yang berfungsi untuk melahirkan dan menanamkan keimanan dalam diri manusia.

  1. Faktor keajaiban penciptaan alam semesta dan manusia. Manusia diciptakan dari tanah dan kemudian ditentukan ajalnya masing-masing.
  2. Fakta sejarah manusia perkasa dan berkuasa di atas muka bumi seperti kaum Ad, Tsamud, Firaun dan sebagainya yang Allah hancurkan.

Kedua hal tersebut sebenarnya sudah cukup bagi manusia untuk beriman dan taat pada Tuhan Pencipta mereka dan Pencipta alam semesta ini. Karena secara fakta, Allahlah Tuhan langit dan bumi dan mengetahui segala apa yang dinyatakan dan sembunyikan manusia.;

Namun demikian, masih banyak saja manusia yang ingkar, menolak Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw. dengan alasan-alasan yang tidak logis, seperti Al-Qur’an diturunkan tidak tertulis dan Rasul itu bukan malaikat.

Ayat 9-11 meneruskan ayat sebelumnya terkait protes kaum kafir Quraisy dan lainnya kenapa Al-Qur’an itu diturunkan tidak tertulis di atas kertas dan Rasul itu manusia biasa atau bukan malaikat. Allah jelaskan, jika Al-Qur’an itu diturunkan tertulis, manusia akan mengiranya sihir. Jika Rasul itu malaikat manusia tidak akan mampu mengikuti jalan hidup mereka. Sebenarnya, kaum kafir itu hanya memperolok-olokkan Rasul saw. sebagaimana yang dialami rasul-rasul sebelumnya. Sebab itu, Allah menyuruh Rasul saw. untuk mengajak mereka membaca sejarah umat-umat terdahulu yang Allah binasakah akibat memperolok-olokan para rasul Allah.

Ayat 12-18 menjelaskan agar Rasul saw. mengajarkan kepada kaum kafir itu hakikat yakni Allah sebagai Pencipta (Rububiyyatullah) dan Pemilik langit dan bumi, Maha Penyayang, mengumpulkan manusia pada hari kiamat untuk dihisab dengan teliti, Pemilik semua makhluk di malam dan siang hari, Maha Mendengar, Maha Mengetahui dan seterusnya. Mengapa selain Allah yang di sembah? Dia yang memberi manusia rezki. Seharusnya, setiap manusia berlomba-lomba menjadikan Allah sebagai Tuhan yang berhak disembah, ditaati sistem hidup yang diciptakan-Nya untuk manusia. Sepantasnyalah manusia takut pada-Nya, karena Dia Mahakuasa atas hamba-hamba-Nya dan Mahabijaksana serta Maha Mengetahui segalanya.

Tafsir