Hari ke-72: Tadabbur Surah Al-An’am Ayat 82-94

Ayat 82-90 masih menjelaskan dakwah tauhid yang dibawa Ibrahim. Hanya kaum mukmin yang tidak mencampurkan syirik ke dalam iman mereka, sedangkan mereka dapat petunjuk. Allah anugerakan Ibrahim kekuatan hujjah untuk menghadapi kaumnya.

Hakikat tauhid ialah iman yang bersih kepada Allah, tidak dicampur sedikit pun dengan kemusyrikan dan khurafat. Ajaran Tauhid Ibrahim sama dengan Nuh sebelumnya. Allah meneruskan generasi tauhid Ibrahim melalui anak cucunya Ishak, Yakub, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakariyya, Yahya Isa, Ilyas, Ismail, Ilyasa’, Yunus dan Luth. Semua mereka adalah orang yang saleh, mendapatkan karunia kerasulan dari Allah, manusia pilihan Allah dan diberi petunjuk kepada jalan yang lurus yaitu Islam.

Anak cucu Ibrahim banyak yang diberi hidayah dan karunia risalah oleh Allah. Allah memberikannya kepada siapa saja yang Dia kehendaki-Nya. Sungguh demikian, sistem Allah terkait syirik tetap berlaku, yakni siapa saja yang menyekutukan Allah, pasti Allah batalkan semua amal kebaikannya.

Generasi Ibrahim diberi Allah Al-Kitab, hikmah dan kenabian. Yang terakhir adalah Nabi Muhammad saw. Mereka dalah orang-orang yang berada pada jalan Allah yang lurus, yakini jalan Tauhid, bukan musyrik. Kalau orang-orang musyrik Quraisy tetap menolak kenabian dan kerasulan Muhammad Saw. maka Allah akan menyerahkannya kepada kaum yang tidak mengingkari dan menolaknya (masyarakat Madinah).

Subhanallah. Kebenaran ayat terbukti setelah 13 tahun berdakwah di Mekah, mayoritas penduduknya tetap menolaknya, tetapi Nabi saw. diterima masyarakat Madinah dengan sukacita. Sebab itu, Allah menyuruh kita mengikuti petunjuk para nabi. Dalam berdakwah, tidak dibenarkan berorientasi upah, melainkan murni menyampaikan Islam kepada seluruh dunia.

Ayat 91-94 menjelaskan beberapa hal penting:

  1. Orang-orang yang tidak mentauhidkan Allah, baik Ahlul Kitab, kaum musyrikin, dan yang lainnya, disebabkan mereka tidak menghormati Allah dengan benar.
  2. Risalah Nabi Muhammad Saw. bukan hal baru. Sebelumnya sudah ada Musa yang membawa Taurat. Tapi, banyak isinya yang dibuang dan simpangkan secara salah.
  3. Al-Qur’an adalah kitab penuh berkah, membenarkan kitab-kitab sebelumnya, dan sebagai referensi utama dalam menata kehidupan dan berdakwah kepada Allah.
  4. Orang yang paling zalim ialah orang mengadakan kebohongan atas Allah, yaitu orang yang mengklaim mendapatkan wahyu dari Allah, termasuk setelah kerasulan Muhammad Saw. Mereka adalah orang yang zalim. Kalau saja mereka menyadari betapa sengsaranya saat kematian dan azab neraka, niscaya mereka tidak akan berani berbuat demikian (mengklaim dapat wahyu atau menjadi nabi).
  5. Nanti di akhirat setiap manusia akan menghadap Allah sendiri-sendiri sebagaimana mereka diciptakan juga sendiri-sendiri. Harta dan kedudukan yang dianugerahkan Allah semasa hidup di dunia akan ditinggal semuanya. Termasuk tuhan-tuhan yang disembah itu juga akan ditinggal dan tidak akan mampu menolong para penyembahnya di akhirat kelak, sebagaimana halnya dunia,  tidak bisa berbuat apa-apa.

Tafsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply