Hari ke-81: Tadabbur Surah Al-A’raf Ayat 38-51

Hari ke-81: Tadabbur Surah Al-A’raf Ayat 38-51

Ayat 38-43 menjelaskan dua golongan yang bertolak belakang di akhirat. Golo-ngan pertama manusia dan jin yang kafir dan menjadi pengikut setan. Mereka dikumpulkan semuanya di neraka, lalu mereka saling melaknat. Ketika kelompok yang disesatkan melihat manusia dan setan yang menyesatkan mereka di dunia, mereka berkata, “Ya Allah. Mereka itulah yang menyesatkan kami dahulu, maka timpakan pada mereka azab dua kali lipat.” Lalu Allah berfirman, “Setiap kalian, yang menyesatkan dan yang disesatkan, mendapat azab yang berlipat ganda. Karena menurut keadilan dan timbangan Allah, setiap manusia dinilai berdasarkan iman dan amalnya. Yang baik dibalas baik, dan yang buruk dibalas buruk pula.

Manusia yang menolak kebenaran Al-Qur’an dan menyombongkan diri atasnya, mustahil masuk surga, perumpamaannya sama dengan mustahilnya unta masuk lubang jarum. Neraka Jahanam adalah tempat yang pantas bagi mereka. Tempat tidur dan selimut mereka terbuat dari api. Itulah balasan yang setimpal bagi orang-orang yang zalim yang menolak Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup di dunia.

Sedangkan golongan kedua ialah orang-orang yang beriman dan beramal saleh sebanyak mungkin, mereka menjadi penghuni surga. Allah cabut dari hati mereka sifat dengki. Mereka mengungkapkan syukur yang dalam atas nikmat yang tak terhingga sambil berkata: Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami hidayah. Kami tidak akan dapat hidayah kalau bukan karena Allah. Ini adalah berkat kedatangan Rasul Saw. membawa sistem hidup yang hak (benar). Tiba-tiba terdengar seruan: Itulah surga yang diwariskan kepada kalian karena kalian semasa di dunia beriman dan beramal saleh yang banyak.

Ayat 44-51 melukiskan serunya dialog dan percakapan antara dua golongan sebelumnya, golongan penghuni surga dan penghuni neraka. Para penghuni surga berkata kepada penghuni neraka: Sungguh kami telah meraih apa yang dijanjikan Tuhan Pencipta kami. Bagaimana pula dengan kalian? Para penghuni neraka menjawab: Sungguh kami juga telah mendapatkan apa yang dijanjikan-Nya. Tiba-tiba terdengar seruan yang mengatakan: Laknat Allah atas orang-orang zalim. Mereka dahulu di dunia menghalang-halangi manusia dari jalan Allah, berupaya memanipulasinya dan tidak beriman pada akhirat.

Di antara neraka dan surga ada tembok pembatas. Sedangkan di atas a’raf (tembok tinggi) itu orang-orang yang sama amal kebaikan dan kejahatannya sedang menunggu keputusan Allah sehingga dengan rahmat Allah mereka kemudian masuk surga.    Mereka menyeru kepada penghuni surga: Selamat sentosa atas kalian. Kemudian mereka melihat pula ke arah penghuni neraka dan berdoa: Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kami bersama orang-orang zalim itu. Kemudian mereka berkata kepada para penghuni neraka: Ternyata golongan dan kesombongan kalian tidak berguna bagi kalian. Dulu kalian menghina para penghuni surga sampai kalian katakan mereka tidak akan mendapat rahmat. Sekarang mereka telah dimasukkan ke surga-Nya tanpa rasa takut dan sedih. Lalu penghuni neraka menyeru penghuni surga: Limpahkanlah sedikit air atau apa saja rezeki yang kalian peroleh dari Allah. Kami tidak tahan panas dan haus. Para penghuni surga menjawab: Bukan kami tidak mau, tapi Allah mengharamkannya bagi orang-orang kafir.

Mereka di dunia menjadikan agama Allah sebagai senda gurau dan mainan, dan tertipu oleh kehidupan dunia. Allah berfirman: “Pada hari ini Kami melupakan kalian karena dulu kalian melupakan hari pertemuan dengan Kami dan membangkang Al-Qur’an dan wahyu Kami.”

Tafsir

 

Amaliyah
Logo