Hari ke-87: Tadabbur Surah Al-A’raf Ayat 138-149

Ayat 138-143 menceritakan episode berikutnya dari dakwah Nabi Musa, yakni setelah Fir’aun dan para prajuritnya ditenggelamkan Allah di Laut Merah. Episode ini adalah antara Nabi Musa dan Bani Israil yang menjadi pengikutnya yang selamat menyeberangi Laut Merah. Setelah mereka selamat dan melewati satu kaum yang menyembah berhala, mereka spontan meminta Nabi Musa agar membuatkan tuhan-tuhan serupa itu untuk mereka. Nabi Musa menjawab: Kalian ini ternyata masih jahiliyah. Orang-orang jahiliyah akan dihancurkan Allah, berikut tuhan-tuhan yang mereka sembah. Apakah pantas saya mencarikan kalian tuhan selain Allah yang telah melebihkan karunia-Nya untuk kalian? Allah berfirman: Ingatlah, wahai Bani Israil ketika Kami selamatkan kalian dari Fir’aun yang menindas dengan jahat dan sadis. Mereka membunuh anak laki-laki kalian dan membiarkan hidup yang perempuan. Semua itu cobaan besar dari Pencipta kalian.

Ketika Musa meninggalkan kaumnya selama 40 malam untuk menerima wahyu, ia menitipkan mereka kepada Nabi Harun agar memperbaiki moral dan iman mereka. Ketika Musa sampai pada waktu yang ditentukan Allah, Allah bicara langsung kepadanya. Musa pun meminta agar bisa melihat Allah. Allah menjawab: Kamu tidak akan pernah dapat melihat Aku. Lihatlah ke arah gunung itu. Jika ia tetap di tempatnya, kamu akan melihat Aku. Tatkala Allah menampakkan diri-Nya pada gunung itu, tiba-tiba gunung itu hancur dan Musa jatuh tersungkur. Setelah ia sadar, Musa berkata: Mahasuci Engkau ya Allah. Aku bertobat kepada-Mu dan aku adalah orang yang pertama beriman.

Ayat 144-149 masih meneruskan cerita dialog Musa dengan Allah dan perilaku Bani Israil yang tidak terpuji sehingga akhir-nya mereka menyadari kesesatan mereka. Allah menjadikan Musa sebagai manusia pilihan-Nya, dibekali dengan Taurat dan mukjizat. Kemudian Allah perintahkan agar ia memegang teguh wahyu itu dan menjadi orang yang bersyukur. Kitab Taurat itu menjadi pelajaran bagi Bani Israil. Di dalamnya Allah jelaskan semua perkara dengan rinci. Allah perintahkan Musa agar berpegang teguh padanya dan memerintahkan umatnya agar mengamalkan isinya sebaik mungkin. Allah akan mengazab Bani Israil yang mengingkarinya.

Orang-orang yang sombong terhadap Allah, Rasul-Nya dan wahyu-Nya, tidak akan Allah beri kemampuan memahami ayat-ayat Kebesaran dan Kekuasaan-Nya, sehingga mereka tidak bisa mengikuti jalan dan petunjuk-Nya. Akibatnya, jika mereka melihat jalan kesesatan, maka mereka cepat mengikutinya. Akhirnya, kaum Nabi Musa membuat tuhan mereka berupa anak sapi yang terbuat dari emas. Mereka tidak berpikir bahwa patung itu tidak bisa bicara dan tidak pula bisa menunjuki jalan kepada mereka. Menyembah patung itu adalah kezaliman yang sangat besar di sisi Allah. Setelah mereka menyesali kesesatan tersebut, mereka berkata: Kalaulah Allah tidak merahmati kita, pasti kita menjadi orang-orang merugi.

Tafsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply