Hari ke-90: Tadabbur Surah Al-A’raf Ayat 171-187

Ayat 171-178, pembangkangan Bani Israil berkali-kali menyebabkan Allah mengazab mereka dengan berbagai azab yang sangat keras. Faktor utama pembangkangan tersebut ialah keengganan memegang teguh wahyu Allah (Taurat) dan petunjuk Nabi Musa. Diantara cara Allah memberi mereka pelajaran ialah mengangkat gunung ke atas kepala mereka, agar mereka berpegang teguh pada Taurat. Kalau tidak, Allah timpakan gunung itu ke atas mereka. Saat itu mereka menyatakan komitmen pada Taurat. Namun, setelah ancaman tersebut dihilangkan, mereka kembali kafir.

Allah telah mengambil kesaksian dari semua manusia saat diciptakan, dan mereka pun sudah bersaksi bahwa Allah Tuhan Pencipta mereka. Tujuannya agar di hari kiamat tidak ada manusia yang mengatakan: Kami tidak diberi tahu tentang Tuhan Pencipta kami. Atau mereka mengatakan: Kami hanya mengikuti agama nenek moyang kami. Mengapa kami dibinasakan karena perbuatan sesat nenek moyang kami? Persoalan yang sebenarnya ialah seperti yang dialami ulama Yahudi yang bernama Bal’am. Dia tidak konsisten dengan Taurat sehingga mudah disesatkan setan, orientasi hidupnya adalah kehidupan dunia dan mengikuti hawa nafsu. Orang seperti ini sama dengan anjing; yang penting baginya makanan. Itulah perumpamaan orang yang menolak Al-Qur’an. Sebenarnya mereka sedang menganiaya diri mereka sendiri. Hidayah Allah diberikan kepada orang yang pantas menerimanya. Penyebab kesesatan ada dalam diri sendiri, yakni syahwat dunia.

Ayat 179-187 menjelaskan kunci hidayah dan kesesatan serta dahsyatnya ancaman Allah bagi orang-orang yang sesat. Allah telah ciptakan tiga alat super canggih dalam diri manusia, yaitu jantung (hati nurani), mata dan telinga. Bila ketiga alat super canggih itu tidak digunakan untuk memahami wahyu Allah yang menjadi sistem hidup manusia (syariat Allah) di dunia dan sunnatullah kauniyah (sistem penciptaan Allah bagi alam semesta), maka manusia akan sulit menerima Islam sebagai the way of life. Bahkan di antara mereka akan memerangi Islam sebagaimana yang dilakukan oleh umat-umat terdahulu. Di antaranya, Bani Israil yang dijelaskan ayat-ayat sebelumnya. Sebab itu, sangat logis jika Allah menurunkan berbagai azab di dunia dan menjanjikan neraka Jahanam di akhirat nanti bagi manusia yang durhaka kepada-Nya dan kepada para rasul-Nya.

Sudah menjadi realitas masyarakat bahwa ada di antara mereka yang berpegang teguh kepada kebenaran yang datang dari Allah dan berjuang menegakkannya dan ada pula yang menolak kebenaran tersebut dan berjuang sekuat tenaga untuk memeranginya. Kepada mereka ini, Allah akan beri tangguh barang sejenak. Pada gilirannya, Allah akan siksa mereka dari arah yang tidak mereka duga. Kalau saja manusia itu menggunakan hati, pendengaran dan penglihatan mereka untuk memahami Al-Qur’an, Sunah Rasulullah dan sistem penciptaan langit dan bumi, mereka tidak akan menolak Al-Qur’an, risalah Rasul Saw. dan Islam sebagai sistem hidup dam pasti yakin kiamat akan terjadi. Sedangkan waktunya hanya Allah yang tahu.

Tafsir

 

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply