Hari ke-91: Tadabbur Surah Al-A’raf Ayat 188-206

Ayat 188-195 menjelaskan bahwa Allah memerintahkan Rasul Muhammad saw. untuk mengajak manusia berpikir ilmiah agar mereka bisa memahami Islam dengan baik. Memahami kebenaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw. itu bukan dengan cara mengetes beliau tentang waktu terjadi kiamat dan hal-hal yang gaib lainnya. Muhammad Saw. tidak akan tahu, karena hanya Allah yang mengetahuinya. Bahkan untuk menentukan manfaat dan menolak mudarat dari dirinya saja tidak bisa. Semuanya berdasarkan Kehendak Allah semata.

Muhammad saw. hanya seorang rasul Allah yang ditugaskan memberikan kabar gembira dan kabar takut pada manusia. Mengapa manusia tidak percaya kepada Allah, atau percaya tapi menyekutukan-Nya? Dialah yang menciptakan semua manusia ini berasal dari seorang diri, yakni Adam dan dari Adam itu Allah ciptakan pasangannya. Sisitem penciptaan seperti ini menyebab kaum lelaki merasakan ketenangan jiwa bersama pasangan mereka. Setelah mereka berhubungan badan, lalu sang istri hamil. Mereka pun merindukan seorang anak yang saleh agar mereka bersyukur. Namun, setelah Allah anugerahkan anak, mereka menjadikan anak itu sekutu bagi Allah.

Manusia juga suka menyekutukan Allah dengan berhala-berhala yang tidak dapat menciptakan apa-pun dan berhala itu mereka ciptakan sendiri. Berhala itu juga tidak bisa memberi manfaat atau mudarat, apalagi petunjuk. Ia tetap bisu, diminta atau tidak. Tuhan kaum musyrikin itu adalah makhluk juga sama dengan mereka, tidak akan bisa memenuhi permintaan mereka, tidak bisa berjalan, memukul, melihat dan mendengar. Tipu daya kaum musyrikin itu tidak akan berguna dalam melumpuhkan ajaran-ajaran Islam yang sangat mulia dan ilmiah itu.

Ayat 196-206 meneruskan kisah dakwah Rasul Saw. kepada kaum musyrikin yang tidak bisa berpikir ilmiah. Rasul Saw. menjelaskan kepada mereka: Sesungguhnya Penolong saya adalah Allah, bukan patung-patung itu. Dia akan menolong orang-orang yang saleh. Patung-patung yang kalian mintakan pertolongan tidak akan pernah mampu menolong dirinya, apalagi menolong kalian. Jika kalian ajak mereka kepada petunjuk, mereka tidak akan mengerti, bahkan melihat saja tidak bisa. Melihat kebodohan kaum musyrikin itu, Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw. agar menjadi pemaaf dan berpaling dari kaum jahililah itu.

Jika setan menggoda, maka bacalah: Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk, karena Allah itu Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Orang-orang yang bertakwa cepat mendeteksi godaan setan untuk berbuat dosa. Saat godaan itu muncul, mereka segera ingat pada Allah dan mereka segera bertobat. Adapun orang-orang kafir dan fasik, membantu setan dalam menyesatkan manusia. Mereka mendorong Rasulullah saw. untuk menulis wahyu sendiri. Lalu Rasulullah menjelaskan bahwa beliau hanya mengikuti wahyu. Al-Qur’an ini bukti-bukti nyata dari Allah, sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum mukmin. Ciri-ciri mereka adalah banyak berzikir dan beribadah pada Allah.

Tafsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply