Hari ke-146: Tadabbur Surah An-Nahl Ayat 27-42

Ayat 27 dan 29 masih menjelaskan nasib  tragis yang dialami oleh orang-orang kafir. Di dunia diazab dan di akhirat kelak dihinakan  Allah. Lalu, tuhan-tuhan yang mereka persekutukan dengan Allah dan mereka memerangi Allah atas nama tuhan-tuhan tersebut, tidak bisa berbuat apa-apa. Sungguh kehinaan dan azab hari itu menimpa orang-orang kafir kepada Allah, para Rasul-Nya dan wahyu-Nya. Mereka dimatikan malaikat dalam kemusyirikan dan kekufuran. Mereka tidak mengakui atas perbuatan jahat yang mereka lakukan. Padahal semuanya sudah dalam catatan Allah. Di akhirat kelak mereka akan dimasukkan ke dalam neraka disebabkan kesombongan terhadap Allah, Rasul dan Kitab-Nya.

Ayat 30-32 menjelaskan orang-orang bertakwa itu ialah yang menyikapi dengan benar Kitabullah dan Sunnah Rasulullah dan mengamalkan isi keduanya. Mereka mendapatkan kebaikan di dunia, surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya berbagai sungai dan mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka adalah orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan iman dan amal saleh. Nanti di akhirat disambut malaikat dan dimasukkan ke dalam surga.

Ayat 33 dan 34 menjelaskan, sebenarnya orang-orang kafir itu menunggu azab dari Allah, karena kesombongan dan kejahatan yang mereka lakukan.

Ayat 35-42 menjelaskan tiga hal utama:

  1. Terkait cara berpikir orang-orang kafir Quraisy. Mereka menduga tuhan-tuhan yang mereka sembah selain Allah itu tidak akan dimurkai Allah dan apa-apa yang mereka dan nenek moyang mereka haramkan itu sesuai dengan apa yang diharamkan Allah. Cara berpikir seperti itu sama dengan orang-orang kafir sebelum mereka. Padahal Rasulullah Saw. sudah menjelaskan dengan nyata kekeliruan cara berfikir, akidah dan keyakinan mereka. Setiap umat, Allah utus seorang rasul dengan tugas pokok mengajak mereka menauhidkan Allah dalam segala bentuk ibadah dan menjauhi thaghut. Faktanya, sebagian manusia mendapat hidayah dan sebagian lain pantas mendapatkan kesesatan. Sebab itu, kebinasaan kaum kafir sebelum Nabi Muhammad Saw. harus dijadikan pelajaran oleh umat Islam.
  2. Allah tidak akan memberikan hidayah-Nya kepada orang-orang yang sudah keterlaluan kekufuran mereka dan beranggapan Allah tidak akan membangkitkan orang-orang yang sudah mati. Padahal kebangkitan itu janji Allah yang tidak akan diubah. Nanti di akhirat akan Allah jelaskan apa yang mereka perdebatkan dan mereka akan mengetahui kebohongan yang mereka lakukan di dunia. Persoalan membangkitan manusia di hari kiamat nanti adalah persoalan kecil di sisi Allah. Kalau Allah menghendaki sesuatu, maka Dia hanya mengatakan: Jadilah, maka terjadilah apa yang dikehendaki-Nya itu.
  3. Keutamaan orang-orang yang berhijrah karena Allah setelah mereka dizalimi, sabar dan bertawakal kepada Allah. Allah akan anugerahkan kepada mereka kebaikan di dunia dan pahala akhirat yang jauh lebih besar, yakni surga. Alangkah indahnya jika umat Nabi Muhammad Saw. memahaminya.

Sumber: Mushaf Tadabbur, Fathuddin Ja’far

 

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply