Hari ke-186: Tadabbur Surah Al-Hajj Ayat 39-46

Ayat 39-41 menjelaskan salah satu cara Allah menolong kaum mukmin ialah dengan mensyariatkannya berperang. Allah mengizinkan kaum muslimin untuk berperang (berjihad)  melawan orang-orang yang memerangi mereka dan mengusir mereka dari negeri mereka. Allah menetapkan alasan berperang ialah jika kaum Muslimin diperangi dan diusir dari negeri mereka karena mereka mengakui hanya Allah Tuhan yang berhak disembah, bukan alasan kepentingan dunia. Tujuan lain dari syari’at Allah terkait perang ialah untuk meredam keganasan manusia agar biara-biara, gereja-gereja, mushalla-mushalla dan masjid-masjid tidak dihancurkan. Allah pasti menolong orang-orang yang menolong agama-Nya (Islam), karena Dia Mahakuat dan Mahaperkasa. Yang mampu meredam kejahatan manusia dan menjaga rumah-rumah ibadah itu ialah kaum muslimin  yang diberi kedudukan di atas bumi karena mereka menegakkan salat, membayar zakat dan melakukan amar ma’ruh dan nahi mungkar.

Ayat 42-46 menjelaskan, Allah menghibur Rasul Saw. agar tidak terlalu bersedih atas penolakan umatnya terhadap Islam yang ditawarkan kepada mereka, karena kaum-kaum terdahulu juga menolak para Rasul mereka seperti, kaum Nuh, Ad, Tsamud, Ibrahim, Luth, penduduk Madyan dan Musa. Allah memberi tangguh kepada kaum-kaum yang menolak para rasul Allah agar mereka dapat kesempatan bertobat. Namun, apabila semakin hari semakin bertambah kedurhakaan mereka, maka Allah pasti turunkan azab kepada mereka dengan tiba-tiba sehingga negeri mereka hancur, rumah-rumah, mereka roboh,  telaga dan istana mereka sepi.

Semua peristiwa tersebut hendaklah dijadikan pelajaran oleh umat manusia dalam menyikapi Islam yang dibawa Muhammad Saw. Kalau mereka tidak bisa juga mengambil pelajaran, berarti hati yang di dalam dada mereka sudah buta. Sungguh buta hati itu lebih berbahaya daripada buta mata.

 

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply