Hari ke-185: Tadabbur Surah Al-Hajj Ayat 24-38

Ayat 24 dan 25 masih meneruskan tema sebelumnya terkait balasan surga bagi kaum mukmin. Mereka di akhirat akan ditunjukkan ucapan yang baik-baik dan jalan Allah yang Maha Terpuji. Adapun kaum kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjid Haram yang Allah jadikan untuk kaum mukmin, baik  yang menetap atau yang berkunjung dan siapa saja yang ingin berbuat kejahatan dan kezaliman di dalamnya, maka Allah akan rasakan kepadanya siksa yang amat pedih.

Ayat 26-30 menjelaskan, tujuan Allah menjelaskan tempat Baitullah untuk Ibrahim ialah agar Ibrahim tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun. Allah juga memerintahkan Ibrahim untuk memembersihkan Baitullah dari berhala sebagai tempat orang-orang tawaf, beribadah, rukuk dan sujud. Ibrahim juga diperintahkan memanggil manusia kepada Baitullah untuk menunaikan haji. Manusia akan datang dari segenap penjuru  bumi dengan berbagai cara, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat haji dan membacakan talbiyah (labbaikallahumma labbaik dan seterusnya) pada hari-hari pelaksanaan haji, sebagai syukur atas nikmat binatang ternak yang dikorbankan. Sebagiannya boleh dimakan sebagian yang lain diberikan ke mereka yang fakir dan miskin. Kemudian potong rambut, kuku dan sebagainya, menunaikan nazar, jika ada, dan melakukan tawaf ifadhah di sekeliling Ka’bah.

Begitulah manasik haji yang diperintahkan Allah. Siapa yang menjauhkan apa yang diharamkan Allah maka itu lebih baik baginya di sisi Allah. Semua binatang ternak dihalalkan kecuali yang diharamkan. Maka jauhilah berhala-berhala yang najis dan ucapan dusta.

Ayat 31-37 masih terkait dengan ayat  sebelumnya. Ikhlaskan ibadah kepada Allah, jangan tercampur dengan syirik, mengagungkan syiar ibadah bagian dari takwa, boleh memakan sebagian daging hadyu dan kurban dan  menyembelihnya di kawasan Haram. Allah menjadikan hari raya bagi setiap umat para rasul-Nya supaya mereka mengingat nama-Nya atas rezeki binatang ternak yang diberikan-Nya. Tuhan kaum Muslimin adalah Esa dan serahkanlah diri pada-Nya.

Kabar gembira bagi orang yang tunduk pada Allah. Apabila disebut nama-Nya hatinya takut, sabar atas cobaan, menegakkan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang dianugerahkan Allah padanya. Allah jadikan unta itu bagian dari syiar ibadah. Sebutlah nama Allah waktu menyembelihnya dalam keadaan berdiri dan biarkan jatuh sampai mati dengan sempurna. Berikan dagingnya kepada orang  miskin  yang meminta dan yang tidak meminta. Darah dan daging kurban itu tidak dibutuhkan Allah. Allah hanya menilai takwa kita kepada-Nya. Dia tundukkan unta itu agar kita membesarkan-Nya atas hidayah Islam. Kabar gembira bagi orang yang melaksanaan ibadah haji dengan sempurna.

Ayat 38 menjelaskan bahwa Allah pasti menolong kaum mukmin atas kejahatan orang-orang yang berkhianat kepada Allah dan rasul-Nya dan atas orang-orang kafir.

 

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply