Hari ke-187: Tadabbur Surah Al-Hajj Ayat 47-64

Ayat 47-55 menjelaskan seputar dakwah Rasul Saw. dan  tantangannya, seperti:

  1. Mereka selalu menantang Rasulullah Saw. untuk diturunkan segera azab pada mereka. Padahal Alla tidak akan memungkiri janji-Nya sebagaimana yang diberlakukan-Nya terhadap umat-umat terdahulu.
  2. Tugas Rasul saw. itu  pemberi peringatan dengan nyata atau terang-terangan. Sedbab itu, Rasulullah Saw. menyampai peringatan Allah dan acaman-Nya dengan jelas dan lantang, sebagaiman juga beliau menyampaikan berita gembira bagi kaum mukmin dan beramal saleh juga dengan jelas dan lantang dan tidak ada yang disembunyikannya.
  3. Dalam menanggapi dakwah Rasul Saw.  manusia terbagi dua:
    1. Yang beriman padanya dan beramal saleh. Bagi mereka ampunan  dan surga di sisi Allah
    2. Yang menolak dan berupaya melemahkan hukum-hukum Allah. Mereka akan menjadi penghuni neraka Jahim.
  4. Tidak ada seorang rasul atau nabi yang terlepas dari godaan setan. Setan akan menggoda saat angan-angan muncul. Allah menjaga para rasul-Nya dari godaan setan sehingga wahyu-Nya bersih dan tidak tercampur dengan apa pun.
  5. Orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan hatinya keras, akan tertipu oleh godaan setan. Namun, orang-orang yang diberi Allah ilmu, mereka akan mengetahui bahwa Al-Qur’an itu adalah benar dari Tuhan Pencipta mereka. Lalu mereka mengimaninya dan hati mereka tunduk pada Al-Qur’an tersebut. Allah jualah yang menunjuki orang-orang beriman kepada jalan yang lurus.
  6. Orang-orang kafir itu akan selalu ragu terhadap Al-Qur’an sampai datang hari kiamat dengan tiba-tiba, atau azab hari kiamat.

Ayat 56-59 meneruskan ayat sebelumnya terkait peristiwa kiamat. Di antaranya:

  1. Pada hari kiamat nanti, Allah muncul sebagai Penguasa Tunggal atas semua makhluk-Nya. Allah akan keluarkan keputusan-Nya terhadap manusia berdasarkan keyakinan dan amal perbuatan mereka selama mereka hidup di dunia.
  2. Terkait keputusan Allah itu adalah: a) Orang-orang beriman dan beramal saleh akan Allah putuskan masuk ke dalam surga.  b) Orang-orang kafir dan mengingkari Al-Qur’an, bagi mereka azab yang menghinakan, yakni neraka. c) Orang-orang yang berhijrah di jalan Allah kemudian mereka dibunuh atau mati, maka Allah berikan kepada mereka ampunan agar bisa masuk surga yang disukai mereka. Keputusan tersebut adalah keputusan yang maha adil dari Zat yang Maha Adil pula.

Ayat 60-64 menjelaskan beberapa prinsip Islam sebagai berikut:

  1. Kezaliman yang diderita kaum muslim dari kalangan kaum kafir boleh dibalas dengan balasan yang setimpal dan tidak boleh lebih berat atau lebih keras dari kezaliman yang mereka terima.
  2. Pada prinsipnya, kaum muslimin dilarang berperang di bulan-bulan haram, kecuali jika kaum kafir tetap memerangi dan menganiaya mereka di bulan-bulan tersebut. Allah pasti menolong mereka.
  3. Allah adalah Zat yang Mahabenar. Tuhan-tuhan yang disembah kaum kafir itu adalah batil mutlak. Sesungguhnya Allah itu Mahatinggi lagi Mahabesar.
  4. Kebenaran, Ketinggian dan Kebesaran Allah itu dapat dilihat bagaimana Dia menurunkan hujan. Maka bumi menjadi hijau karena ditutupi berbagai tanaman dan tumbuh-tumbuhan. Sungguh Allah Mahahalus perlakuan-Nya atas manusia dan Maha Mengetahui atas apa saja yang mereka yakini, ucapkan, dan perbuat.
  5. Allah Pemilik apa saja yang ada di langit dan di bumi. Allah itu Maha Kaya. Sebab itu Allah tidak butuh kepada hamba-Nya. Kekayaan-Nya tidak akan berkurang jika semua manusia meminta kepada-Nya. Allah juga Maha terpuji. Karena itu, Dia tidak butuh pujian siapa pun dan bahkan kemuliaan diberikan-Nya kepada orang yang memuji-Nya.

 

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply