Hari ke-221: Tadabbur Surah Al-Ankabut Ayat 1-14

Ayat 1 surat Al-Ankabut terdiri dari 3 huruf Hijaiyyah (huruf Arab), yaitu, alif, lam dan mim. Dalam Al-Qur’an terdapat 29 surah yang awalnya dimulai dengan gabungan beberapa huruf seperti ini. Tidak ada yang mengetahui maknanya kecuali hanya Allah. Rasul saw. tidak pernah menjelaskan maksudnya. Demikian juga para sahabat Rasul saw. yang kepada mereka Al-Qur’an diturunkan pertama kali, tidak pernah menjelaskan apa maksudnya. Sebab itu, jumhur ulama tidak berani menafsirkannya. Mereka hanya mengatakan: Allah-lah yang Mengetahui maksudnya.

Ayat 2-6 menjelaskan bahwa Allah akan menguji setiap mukmin, seperti halnya orang-orang mukmin sebelumnya. Ujian itulah yang akan menentukan kualitas imannya; benar atau dusta belaka. Apakah orang-orang kafir dan musyrik itu mengira bahwa mereka sanggup mengalahkan Allah atau menghidnar dari azab Allah? Sunggung perkiraan yang amat lemah dan jelek sekali.

Orang-orang yang berharap berjumpa dengan Allah di surga nanti, hendaklah beriman, beramal saleh dan mencurahkan semua potensi diri dan hartanya di jalan Allah untuk kebaikan diri sendiri. Sungguh Allah tidak butuh pada apa dan siapa pun.

Ayat 7-9 masih menjelaskan tentang iman dan amal saleh. Di antaranya, iman dan amal saleh akan menghapus dosa dan balasannya di sisi Allah berlipat ganda. Berbuat baik kepada kedua orang tua adalah amal saleh yang tinggi nilainya. Sedangkan taat pada mereka hanya dibolehkan selama tidak dalam kemusyrikan dan maksiat pada Allah.  Orang-orang yang beriman dan beramal saleh akan  digabungkan Allah di akhirat nanti bersama orang-orang saleh pula.

Ayat 10 dan 11 menjelaskan bahwa sebagian manusia ada yang berpura-pura beriman. Ciri-cirinya, mereka tidak siap mendapat ujian di jalan Allah. Namun, bila kaum muslimin meraih kemenangan, mereka mengklaim bersama mereka. Allah Mahatahu siapa yang benar-benar beriman dan siapa yang munafik.

Ayat 12 dan 13 menjelaskan orang-orang kafir, sejak kafir Quraisy sampai kiamat nanti selalu berupaya memurtadkan kaum muslimin  dengan cara mengajak kaum muslimin untuk  mengikuti jalan atau sistem hidup mereka dan mengklaim bisa menanggung dosa-dosa yang dilakukan kaum muslimin. Allah menjelaskan semua itu adalah kebohongan belaka. Padahal yang benar ialah orang-orang kafir itu hanya akan memikul dosa mereka, termasuk dosa menyesatkan manusia dari jalan Allah. Mereka akan dimintakan pertanggungjawaban atas apa yang mereka ada-adakan itu pada hari kiamat nanti.

Ayat 14 menjelaskan bahwa Allah mengutus Nabi Nuh kepada kaumnya untuk mendakwahkan Tauhid selama 950 tahun. Pada akhirnya, mereka dimusnahkan Allah dengan topan besar disebabkan kekufuran dan kemusyrikan yang mereka lakukan.

 

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply