Hari ke-296: Tadabbur Surah Al-Hujarat Ayat 12-18

Ayat 12 meneruskan ayat sebelumnya yang menjelaskan adab sesama mukmin. Di antaranya, menjauhkan diri dari buruk sangka, mencari-cari keselahan saudaranya dan ghibah. Semua itu adalah perbuatan dosa dan ghibah sama dengan memakan bangkai saudara sendiri.

Ayat 13 menjelaskan standar kemuliaan manusia di sisi Allah adalah takwa kepada-Nya, bukan harta, kedudukan, suku dan sebagainya.

Ayat 14 dan 15 menjelaskan hakikat iman dan Islam. Orang Arab Badui yang mengucap dua kalimat syahadat berarti sudah muslim  dan belum menjadi mukmin, jika keimanan itu belum tertanam dalam lubuk hati mereka. Iman menuntut ketaatan mutlak pada Allah dan Rasul-Nya. dalam segala hal. Orang mukmin yang  sebenarnya ialah yang meyakini Allah dan Rasul-Nya tanpa ragu sedikitpun dan berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah.

Ayat 16-18 melusurkan berbagai salah kaprah manusia terhadap Allah, Rasul-Nya dan Islam. Diantaranya, manusia menolak Islam, padahal Allah turunkan Islam sebagai sistem hidup yang sangat sesuai dengan kebutuhan mereka untuk keberkahan dan keselamatan hidup  di dunia dan akhirat. Dengan penolakan tersebut sama saja manusia ingin mengajari Allah. Padahal Allah Maha mengetahui apa saja di langit, di bumi dan segala sesuatu, termasuk apa yang ada dalam hati mereka.

Salah kaprah lain ialah, banyak yang mengira masuk Islam itu akan banyak memberi kontribusi kepada perjuangan Rasul saw. Kebaikan Islam akan kembali kepada diri mereka sendiri. Allah-lah yang menganugerahkan hidayah iman kepada mereka. Allah Maha mengetahui yang  tersembunyi di langit dan bumi dan Dia Maha Melihat apa yang kita lakukan.

Tafsir Ibnu Katsir

 

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply