Hari ke-297: Tadabbur Surah Qaf Ayat 1-35

Hari ke-297: Tadabbur Surah Qaf Ayat 1-35

Ayat 1 surat Qaf diawali dengan 1 huruf Hijaiyyah (huruf Arab), yaitu qaf. Dalam Al-Qur’an terdapat 29 surah yang awalnya dimulai dengan huruf atau gabungan beberapa huruf seperti ini. Tidak ada yang mengetahui maknanya kecuali hanya Allah. Rasul saw. tidak pernah menjelaskan maksudnya. Demikian juga para sahabat Rasul saw. yang kepada mereka Al-Qur’an diturunkan pertama kali, tidak pernah menjelaskan apa maksudnya. Sebab itu, jumhur ulama tidak berani menafsirkannya. Mereka hanya mengatakan: Allah-lah yang Mengetahui maksudnya.

Ayat 1-15 kemudian menjelaskan bahwa Allah bersumpah dengan Al-Qur’an Mulia. Kaum kafir itu bingung memahami peringatan akhirat yang di sampaikan Muhammad Saw. Akal mereka tidak dapat memahami bahwa orang yang sudah mati nanti dibangkitkan kembali. Allah Maha Mengetahui betul jasad-jasad manusia yang dirusak tanah dalam kubur, karena semuanya tertulis dalam kitab catatan-Nya.

Mengapa orang-orang kafir itu menolak kebenaran Al-Qur’an? Untuk membuktikan kebenaran-nya bisa dengan mempelajari penciptaan  Allah atas bangunan langit yang kokoh, bumi terhampar, gunung-gunung sebagai pasak bumi dan tetumbuhan yang berpasangan nan indah.  Semua itu bisa membuka mata dan pelajaran  bagi manusia yang kembali kepada Allah. Air  hujan yang berkah menyebabkan tumbuhnya  berbagai pohon yang rindang dan proses bibit tanaman sampai panen. Pohon kurma yang  menjulang dan memiliki mayang yang bersusun-susun, sebagai rezeki bagi manusia. Allah hidupkan bumi yang mati dengan air hujan. Begitu  pula proses kebangkitan manusia yang sudah mati. Sebelum kaum kafir Mekah, sudah ada  kaum Ad, Fir’aun, kaum Luth, penduduk Aikah  dan kaum Tubba’ yang menolak para Rasul Allah. Maka Allah membinasakan mereka. Allah  tidak letih sedikitpun mengurusi makhluk. Hanya orang kafir yang meragukan kebangkitan.

Ayat 16-35 menjelaskan bahwa Allah itu Mahakuasa dan Maha Mengetahui. Melalui para Rasul-Nya, Allah menjelaskan skenario-Nya terhadap manusia. Agar tegak keadilan, Allah menugaskan dua malaikat untuk mencatat semua perbuatan dan ucapan manusia.

Setiap manusia yang hidup pasti merasakan sakratul maut dan hari perhitungan (yaumul hisab). Setiap manusia akan hadir bersama satu malaikat penggiring dan satunya lagi sebagai saksi. Allah perlihatkan neraka kepada orang kafir sehingga mata mereka terbelalak ketakutan. Kemudian, Allah perintahkan malaikat penjaga neraka melemparkan semua orang kafir yang keras kepala ke dalam neraka Jahannam. Mereka menghalangi manusia berbuat baik, melampaui batas, ragu pada akhirat dan menyembah  tuhan lain bersama Allah. Pada saat itu setan  yang menyesatkan mereka berlepas diri dan tidak mengakui tipu dayanya terhadap mereka.  Tidak ada alasan mereka berdebat, karena Allah telah memperingatkan mereka akan akhirat melalu para Rasul-Nya. Yang menyesatkan dan  yang disesatkan sama-sama masuk neraka.

Adapun orang-orang yang bertakwa, Allah masukkan mereka ke surga, sebagai janji bagi hamba-Nya yang kembali kepada-Nya dan memelihara amanah, takut kepada Allah dan mati dalam keadaan bertaubat. Mereka kekal di dalamnya dan mendapatkan apa saja yang mereka inginkan.

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Amaliyah
Logo