Hari ke-316: Tadabbur Surah Al-Mujadilah Ayat 12-22

Ayat 12 dan 13 menjelaskan adab berbisik-bisik dengan Rasul saw. di masa Beliau masih  hidup. Sebelum berbisik dengan Rasul Saw. dianjurkan untuk memberikan sedekah kepada  kaum miskin. Itu adalah cara yang terbaik dan salah satu cara menyucikan hati dari sifat kikir.  Kalau tidak ada yang disedekahkan, maka Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Jagalah shalat, tunaikan zakat dan taatlah pada Rasul Saw. Allah Maha Mengetahui apa yang kita kerjakan.

Ayat 14 – 20 menjelaskan, sebagian sifat kaum munafik mengangkat pemimpin dari Yahudi, ragu antara beriman dan kafir dan suka bersumpah untuk menutupi kebohongan dengan sadar. Allah telah siapkan bagi mereka azab neraka disebabkan kejahatan yang mereka lakukan, seperti menjadikan sumpah atas nama Allah sebagai tameng dan menghalangi orang lain dari jalan Allah. Harta dan anak-anak mereka tidak akan berguna di hadapan azab Allah. Merek akan menjadi penghuni neraka dan kekal di dalamnya. Pada hari kebangkitan, mereka juga akan bersumpah seperti di hadapan kaum Mukmin. Alangkah pembohongnya mereka itu. Sebenarnya, mereka itu dikuasai setan sehingga lupa pada Allah. Mereka adalah golongan setan.  Siapa saja yang menentang Allah dan Rasul-Nya pasti termasuk ke dalam orang-orang yang hina.

Ayat 21 menjelaskan bahwa Allah menetapkan kemenangan pada diri-Nya dan para Rasul-Nya, karena Dia Maha Kuat lagi Perkasa. Sejarah umat manusia membuktikan, tidak ada seorang pun yang menentang Allah yang lolos dari azab-Nya.

Ayat 22 dari surah Al-Mujadilah ini menjelaskan salah satu prinsip dasar keimanan dalam Islam. Orang-orang yang benar-benar beriman  kepada Allah dan akhirat tidak mungkin berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang hukum Allah dan Rasul-Nya, kendati mereka itu ayah, saudara kandung ataupun kerabat mereka. Sebab, Allah telah memberikan kekuatan iman dalam hati mereka dan menolong mereka dan akan memasukkan mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya berbagai macam sungai; mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap keimanan dan amal saleh mereka dan mereka pun ridha terhadap karunia Allah. Mereka itulah golongan Allah. Sungguh golongan Allah itulah yang menang.

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply