Apa itu Puasa Dawud dan Dalilnya Menurut Islam

puasa

Puasa Dawud adalah puasa terbaik, puasa ini ibarat berpuasa separuh tahun dan lebih baik dari puasa sepanjang tahun.

Puasa dawud adalah anjuran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya yang ingin senantiasa beribadah dan beramal kepada Allah subhanahu wa ta’ala namun tetap sesuai syariat agama Islam. Puasa dilakukan berselang seling dengan pengecualian hari yang diharamkan berpuasa.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan padanya:

Sebaik-baik shalat di sisi Allah adalah shalatnya Nabi Daud ‘alaihis salam. Dan sebaik-baik puasa di sisi Allah adalah puasa Daud. Nabi Daud dahulu tidur di pertengahan malam dan beliau shalat di sepertiga malamnya dan tidur lagi di seperenamnya. Adapun puasa Daud yaitu puasa sehari dan tidak berpuasa di hari berikutnya. (HR. Bukhari)

Dalam Riwayat lain dikatakan:

Tidak ada puasa yang lebih afdhol dari puasa Daud. Puasa Daud berarti sudah berpuasa separuh tahun karena sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa. (HR. Bukhari dan Muslim)

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah menyampaikan, “Hadits di atas secara jelas menunjukkan bahwa berpuasa Dawud ialah sebaik-baiknya berpuasa.

Bahkan puasa Dawud lebih utama daripada puasa yang dilakukan sepanjang tahun. Akan tetapi berpuasa Dawud dianjurkan untuk dilakukan oleh orang yang mampu dan tidak boleh sampai melalaikan amalan yang hukumnya wajib serta perkara yang lebih penting.

Abdullah bin ‘Amr sangat bersemangat menunaikan ketaatan. Ia ingin melaksanakan puasa yang dilaukan setiap hari tanpa henti, begitu pula ia ingin menunaikan sholat malam semalam suntuk. Karena ini, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangnya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan solusi kepadanya dengan amalan lebih baik dan sesuai dengan fitrah manusia.

Untuk berpuasa beliau diberikan saran oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berpuasa tiga hari setiap bulannya. Akan tetapi, begitu inginya Abdullah bin ‘Amr sesantisa beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala, beliau masih merasa kurang dan ingin mengerjakan lebih dari itu.

Lalu beliau diberikan solusi oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam agar melaksanakan puasa sehari dan tidak berpuasa keesokan harinya. Lalu tidak ada lagi yang lebih afdhol dari itu. Begitu pula dengan menunaikan sholat malam, Nabi shallallallahu ‘alaihi wa sallam memberi petunjuk seperti sholat Nabi Dawud.

Nabi Dawud ‘alaihis salam didalam hidupnya biasa tidur di pertengahan malam pertama, sampai sepertiga malam terakhir. Kemudian Nabi Dawud ‘alaihis salam bangun untuk menunaikan sholat hingga seperenam malam terakhir.

Setelah itu, beliau tidur kembali untuk mengistirahatkan badannya supaya semangat melaksanakan sholat Fajr, berdzikir dan beristigfar di waktu sahur.

Baca artikel terkait:

Puasa Arafah (9 Dzul Hijjah)

Puasa Tasu’a dan Asyura’ (9 dan 10 Muharam)

Puasa 6 hari setelah hari raya Idul Fitri (Puasa Syawal)

Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Senin – Kamis

Puasa Sunnah Dawud

Puasa Sepanjang Tahun (Shaumu ad-Dahr)

Puasa Haram