Hari ke-246: Tadabbur Surah Fatir Ayat 31-45

Ayat 31-38 menjelaskan beberapa hal berikut :

  1. Al-Qur’an yang Allah wahyukan kepada Rasul saw, itu adalah kebenaran, membenarkan Kitab-Kitab sebelumnya dan diturunkan berdasarkan kebutuhan manusia. Nabi yang mewarisi Al-Qur’an itu adalah hamba pilihan. Umatnya terbagi tiga: 1) Jauh dari Allah dan bergelimang dosa. 2) Kebaikan dan keburukannya nyaris sama. 3) Ketaatan dan amal salehnya jauh melebihi amal buruknya.
  2. Karunia yang besar itu, yakni surga Adn Allah peruntukkan bagi mereka yang Ketaatan  dan amal salehnya jauh melebihi amal buruknya. Mereka diberi perhiasan emas dan mutiara dan pakaian sutera. Mereka kekal di dalamnya. Allah hapus dari mereka kesedihan dan menghilangkan rasa letih dan lesu.
  3. Orang-orang yang kafir pada Allah, Rasul-Nya dan Al-Qur’an bagi mereka neraka Jahannam. Mereka ditetapkan tidak mati dan tidak diringankan siksaan atas mereka. Itulah balasan yang setimpal bagi setiap orang kafir. Mereka berteriak-teriak di dalam neraka itu dan meminta kepada Allah agar dikeluarkan dan berjanji akan beramal saleh. Allah menjawab: Bukankah Kami telah anugerahkan kalian umur panjang di dunia, diberi kesempatan untuk berpikir dan telah diutus kepada kalian Muhammad saw. yang memberi peringatan akan azab neraka? Maka rasakan azab neraka itu dan tidak akan ada bagi orang zalim itu seorang penolongpun. Sungguh Allah Mengetahui keghaiban langit dan bumi dan Dia Maha Mengetahui tentang isi hati manusia.

Ayat 39-44 menjelaskan bahwa Allah menjadikan manusia mampu memakmurkan bumi dengan sistem regenerasi. Siapa yang tidak mau mengikuti sistem Allah dalam kehidupan ini, ia kan mendapat resikonya. Kekafiran itu hanya menambah murka Allah dan menambah kerugian bagi penganutnya.

Tuhan – tuhan yang mereka seru selain Allah itu tidak masuk akal. Sebab, tidak bisa menciptakan sedikitpun dari bumi,  apalagi  bersekutu  dengan Allah menciptakan benda-benda langit. Bahkan tidak mendapat kitab yang menjelaskan permasalahannya dengan nyata. Tidak ada yang dijanjikan kaum musyrik itu selain tipuan. Mereka bersumpah atas nama Allah sekiranya datang kepada mereka seorang Rasul pemberi peringatan, mereka akan menjadi kaum yang lurus. Faktanya, ketika Muhammad diutus,  mereka menjauh darinya karena kesombongan dan perbuatan makar jahat. Tidak ada makar jahat terhadap Rasul saw. dan Islam itu kecuali akan mencelakan pelakukanya. Itu adalah ketetapan Allah (sunnatullah) sejak umat-umat terdahulu sampai akhir zaman dan sunnatullah tidak akan pernah berubah.

Sebab itu, umat Nabi Muhammad saw. dianjurkan Allah untuk mempelajari akibat buruk yang dialami umat-umat terdahulu akibat kekufiran dan kedurhakaan mereka pada sistem Allah dan Rasul-Rasu-Nya. Mereka adalah umat yang lebih kuat. Tidak ada suatu apapun yang dapat melemahkan Allah di langit atau di bumi. Sungguh Allah Maha Mengetahui, Mahakuasa.

Ayat 45 dari surat fathir ini menjelaskan, sekiranya Allah menghukum setiap dosa dan kesalahan manusia, niscaya tidak akan ada manusia yang hidup di atas bumi ini. Tapi, Allah beri tangguh sampai waktu yang ditentukan-Nya. Bila waktu itu tiba, Allah Melihat keadaan hamba-hamba-Nya.

 

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply